<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cerita cewek dan seni eksibisionis</title>
	<atom:link href="http://cewekeksibisionis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com</link>
	<description>blog nana tentang cerita nana dan hobi eksibisionis ^_^</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Aug 2011 01:07:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cewekeksibisionis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cerita cewek dan seni eksibisionis</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cewekeksibisionis.wordpress.com/osd.xml" title="cerita cewek dan seni eksibisionis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>How About This ??</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/03/how-about-this/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/03/how-about-this/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 15:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[candid foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=980&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cewekeksibisionis.files.wordpress.com/2011/08/but.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-981" title="but" src="http://cewekeksibisionis.files.wordpress.com/2011/08/but.jpg?w=479&#038;h=677" alt="" width="479" height="677" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/980/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=980&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/03/how-about-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cewekeksibisionis.files.wordpress.com/2011/08/but.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">but</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggoda Apa Tergoda Ya</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/menggoda-apa-tergoda-ya/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/menggoda-apa-tergoda-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama sebenarnya aku mengetahui hobi suami dari kakakku ini, yaitu diam diam suka mamerin burungnya, walaupun ga secara vulgar. kadang tiap aku main ke sana dia lagi pake handuk dan pura pura cari sesuatu sambil pura pura ga lihat aku disitu, jongkok entah ngambil apa dari bawah meja ataupun dari bawah bed. karena aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=975&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama sebenarnya aku mengetahui hobi suami dari kakakku ini, yaitu diam diam suka mamerin burungnya, walaupun ga secara vulgar. kadang tiap aku main ke sana dia lagi pake handuk dan pura pura cari sesuatu sambil pura pura ga lihat aku disitu, jongkok entah ngambil apa dari bawah meja ataupun dari bawah bed. karena aku masih bujangan dan jarang liat yg begituan hati berdesir juga liatnya.atau kadang dia sengaja munculin dari pinggir celana pendeknya palkonnya yg lagi tegang itui sambil baca koran, apalgi kalau situasi rumah sepi kadang kadang dia ganti baju tanpa menutup pintu kamarnya.. ihh burungnya panjang juga, dan unik , melengkung dan agak miring ke kiri,,, hihi,,<span id="more-975"></span></p>
<p>aku perkenalkan diriku dulu , aku viawati, aku baru lulus sekolah. karena ga da kerjaan aku jadi sering main ke rumah kakakku yang cuma 15 menit pake motor dari tempat aku tinggal bersama ortu. aku anak bungsu dari 4 bersaudara,. aku sebenernya ga terlalu kuper dalam pergaulan, tapi masih malas untuk berpacaran serius. hanya temen jalan aja dan enakan masih bebas , bisa gonta ganti cowok walaupun cuma sekedar nonton atau ke mall. ,males harus serius dan terkekang. aku mempunyai tinggi badan 160. berat sekitar 40- an terakhir aku timbang badan. aku make bra 34 tapi cup d, jadi tergolong montok juga, dan tubuhku terhitung masih kencang dan padat. pantat dan paha masih enak diliat, ya masih muda gitu lho,</p>
<p>Kembali mengenai cerita burung tadi, lama kelamaan aku malah jadi penasaran pengen megang tapi  gimana caranya. mau langsung ngomong kan jelas ga mungkin banget, gengsi dong.lama berpikir, mendingan aku respon aja kali ya, pasti asik. tapi aku mau liat situasi dulu, dan aku mau gantian nggodain dia .<br />
hari itu aku disuruh kakakku ke rumahnya untuk jagain bayinya yg baru 3 bulan.Katanya dia mau ke pasar sebentar trus mau ngasih duit arisan ke temennya. ya udah kebetulan. aku persiapan kostum eksib pake tanktop and no bra, pake celana pendek longgar, pake jaket buat nutupin pas jalan nanti.. ihh  &#8230;udah sange duluan bayangin ngapain nanti dsana..</p>
<p>Cuma sebentar rasanya ku dah nyampe di rumah kakakku, pintu terbuka berarti masih ada orang di rumahnya,, masuk vi,, suara kakakku terdengar dari dalam. Sudah biasa nylonong aja,, kakakku lagi siap mau berangkat dan ga sadar aku celingukan nyari suaminya.. kemana dia ya,, suara cebar cebur air menandakan dia lagi mandi. ya udah aku berangkat tolong nanti dotnya disusuin ke dedek kalau dia nangis, bergegas tanpa melihat ke aku,,<br />
hmm, asik nih, aku buka jaket , and pura pura benerin selimut  si bayi di boks otomatis gunung kembarku menganga terbuka, tali sebelah kiri sedikit merosot, aku jadi merasa enak sendiri, membayangkan mata suami kakakku melotot liat dua bola indah menggantung..uhhhh&#8230;dan suara pintu kamar mandi terbuka membuatku merinding dan berdersir, &#8221; hey, kapan datengnya,, aku sengaja masih menunduk dan sambil mendongak aku menjawab, &#8220;baru aja &#8220;,, kulihat jelas matanya menuju arah dadaku, dia cuma pake handuk dipingggangnya, dan tonjolan di selangkangannya itu sengaja aku pandang juga berlama lama,  agak parau suaranya dia mencoba menjawab santai,,&#8221; ya udah aku pake baju dulu ya,, upps, ketika aku melihat dadaku lagi ,, hampir sampe ke pentil,,, dan pinggirannya yang kecoklatan dah terliat,, ahhhh,, makin basah nih celana dalemku..</p>
<p>Aku berjalan agak ke dalam deket ruang tamu , dan duduk di sofa yang menghadap pintu kamarnya,, yup, cuma ditutup setengah, dan body bisa terlihat jelas melalui cermin besar di lemarinya ,, uh, pintar juga nih,, jadi dia seolah olah ga sengaja pamer .uphs gila dia dah nakeed, dan ukurannya itu gede nyaaa.. idihhh&#8230;dan keliatan dia ngaceng banget,, lama lama matanya meihatku yang mematung duduk di sofa . pentilku mengeras, dan sengaja aku pegang sedikit meremas sebelah kiri ,,, dan bahasa kalbu inipun tersambung juga seperti bensin di dekat api.kulihat dia memakai handuknya kembali,  dia berjalan keluar dari kamar , lirih terdengar &#8221; vi, bisa bantuin aku ga,, &#8220;bantuin apa.&#8221;. sini dehh, &#8220;tangannya menarik tanganku, aku seperti orang bego ngikut aja dituntun ke kamar,,,aku duduk di ranjang &#8221; Vi bantuin ngocok aja  vi mau ga?&#8221; sambil dia angsung buka handuknya  ,, jrengg seperti memantul ada per- nya, tuh batang kontol melejit di depan wajahku. lenganku terangkat dan pelan pelan jari2 ku membuka da  menyentuh batangnya,, ohh panas banget,, aku mengelinjang geli 2 nikmat,, ihh gede banget, ga sadar aku memggumam,&#8221; gede y avi, udah pernah megang belum ?&#8221; ,, aku ga menjawab , hanya gerakan tanganku pelan pelan maju mundur mulai mengocoknya,,,,ahhhhhh,,, erangan lirih terdengar dri mulutnya,, ahh ,,enak vi,,, gerak tanganku membuat tali2 tanktop ini melorot dan tak kupedulikan lagi,,,, aku berharap kakkakku ga segera pulang,,,aku menatap nanar sambil tetep mengocoknya, oh kayak gini yah rasanya megang kontol, kupandang wajahya terpejam menikmatinya,,, 10 menit kemudian ,, ehhh ,,vi mau muncrat  nihh,cepet banget , mungkin karena dah lama juga dia memendam hasrat dia sama aku&#8221; crotin di toket kamu ya,, tanpa nunngu persetujuanku sedikit kasar dia menarik tanktopku,, dan,,, corttt crott crott,, berkali kali ledakan merapi kayak selang baru dibuka habis macet,, ihh, banyak banget kak,, kuperhatikan ternyata bukan hanya di toket, tapi spermanya melejit liar di mata, dahi rambut dan pipi.. aku tersenyum dan lari ke kamar mandi , takut keburu dateng yg dari arisan ngeliatku mandi peju.. ahh nikmatnya..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/975/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=975&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/menggoda-apa-tergoda-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istriku Exibis</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/istriku-exibis/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/istriku-exibis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 11:18:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya keinginan melihat istriku exibis tanpa sepengetahuan istriku terwujud. Sudah lama aku ingin lihat santi (istriku) memamerkan tubuhnya yang putih mulus ke pria lain,tapi istriku selalu tidak mau kalau aku minta. Akhirnya ideku muncul setelah chat dengan teman difb. Setelah skenario ini aku siapkan dengan matang dua bulan lalu kejadian ini berlangsung. Tempatnya dirumahku yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=968&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya keinginan melihat istriku exibis tanpa sepengetahuan istriku terwujud. Sudah lama aku ingin lihat santi (istriku) memamerkan tubuhnya yang putih mulus ke pria lain,tapi istriku selalu tidak mau kalau aku minta. Akhirnya ideku muncul setelah chat dengan teman difb. Setelah skenario ini aku siapkan dengan matang dua bulan lalu kejadian ini berlangsung.</p>
<p><span id="more-968"></span>Tempatnya dirumahku yang baru aku beli tahun lalu dipinggiran kota,singkat cerita sehabis bersih bersih rumah yang hanya aku kunjungi satubulan sekali. Santi istriku yang mempunyai ciri fisik tinggi 165cm dengan berat badan 48kg sangat sexy dengan payudara nya 34b dan pantat bulat penuh baru saja mandi,kita ngobrol diteras yang memang ada taman kecilnya,rencanaku mulai aku jalankan,dari info teman aku taruh teh istriku dengan beberapa tetes cairan &#8230;..yang merupakan obat tidur. Obat ini reaksinya cepat dan bisa bikin tidur 6 jam tanpa bangun,yang paling perting tidak ada efek negatifnya ya selain tidur itu tadi.</p>
<p>Sambil minum teh aku dan istriku ngobrol ngalor ngidul,tidak berapa lama obatnya bereaksi. Istriku bilang ngantuk dan pengen tidur,dia tidak curiga akan obat itu,pikir istriku karena capek dan hawanya emang segar buat tidur.Aku iyakan dan Santi tidur kamar belakang. Dengan berdebar aku menunggu saat itu,aku datangi istriku ..aku panggil dan coba bangunkan dan hasilnya sukses berat,istriku tidur pulas.Dengan perlahan aku lepas baju istriku mulai dari atasan dan celana pendeknya dan bh,tinggal g-string yang melekat.Penisku ereksi liat tubuh istriku yang padahal tiap hari aku liat tertimpa cahaya dari jendela kamar yang tertutup kaca putih,jendela ini cukup besar dan tanpa sekat hanya tertutup kaca dan kordin.</p>
<p>Aku telentang kan tubuh istriku dengan kaki agak mengankang dan tangan ketas,mata dan rambutnya aku tutupi handuk sehingga berkesan dia habis mandi keramas jadi yang terlihat hanya hidung bibir dan tubuhnya yang topless. Sekarang tinggal tunggu pemeran prianya yang gak pernah tahu dirinya masuk rencanaku.Sebenarnya bisa siapa saja yang penting pria.Tapi aku harus hati hati agar tidak kacau rencanaku.Para pria ini adalah yang lewat depan rumahku&#8230;.aku tunggu salah satu dari mereka diteras.Rasanya deg&#8230;deg..deg..an,sesekali aku longok istriku yang dalam posisi gak berubah&#8230;.akhirnya lewat juga pria beruntung itu&#8230;lucky man.</p>
<p>Pria pertama adalah seoraqng pria aku taksir usia nya 30th,dia adalah pembeli barang barang rongsokan yang kerjanya keliling diperumahan dengan motornya.Ketika lewat depan rumah dia menyapa atau lebih tepatnya menjajakan jasanya karena aku tidak kenal dia.&#8221;Mas..rongsokan kardus,botol,kaleng apa punya,&#8221;tanya orang itu,langsung aku bilang ada,aku suruh masuk dia,dan aku suruh liat rongsokannya dibelakang rumah yang memang banyak karena tadi habis bersih bersih rumah.&#8221;liat saja pak dibelakang&#8221;aku suruh dia kebelakang lewat samping rumah.Semakin deg..deg..deg..an saja karena orang itu tidak akan liat rongsokan doang tapi juga tubuh molek istriku yang tertidur BUGIL&#8230;.BERSAMBUNG</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/968/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=968&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/08/02/istriku-exibis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksebisionis &amp; Incest : Aku Seorang IBU Yang Diintip</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-aku-seorang-ibu-yang-diintip/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-aku-seorang-ibu-yang-diintip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 18:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita import]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang bisa memaafkan dengan apa yang pernah saya lakukan. Yang pernah kami lakukan, lebih tepatnya. Suatu perbuatan yang tidak terpuji, maksud saya adalah pembenaran dari suatu hal yang buruk atau mungkin hal yang menjauh dari kesucian, dari tindakan buruk yang pernah kami lakukan. Tapi pasti ada alalasan, pasti ada, pasti selalu ada konsekuensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=964&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang bisa memaafkan dengan apa yang pernah saya lakukan. Yang pernah kami lakukan, lebih tepatnya. Suatu perbuatan yang tidak terpuji, maksud saya adalah pembenaran dari suatu hal yang buruk atau mungkin hal yang menjauh dari kesucian, dari tindakan buruk yang pernah kami lakukan. Tapi pasti ada alalasan, pasti ada, pasti selalu ada konsekuensi dari suatu kelakuan yang buruk. Saya tidak meminta simpati dari para pembaca, tapi jika anda mempunyai empati dari cerita yang saya buat, saya harap cerita ini bisa membuat anda mengerti. Memang, alasan saya menulis cerita ini untuk mengklarifikasi dan sebagai motivasi dan kelemahan dan juga suatu kebutuhan yang didasari suatu kebodohan dan juga mungkin kesenangan dari sebuah hubungan sedarah kami, sewaktu saya menyetubuhi anak laki – laki saya.<span id="more-964"></span><br />
<!--more--><br />
Jika cerita ini memang terdengar klise atau sudah pernah di tulis, itu hanya disebabkan oleh kesamaan suatu keadaan prilaku Manusia. Namun cerita ini berdasarkan dari kisah saya. Robbie (pacarnya memanggilnya Robert, teman2 nya memanggilnya Rob, tapi aku tetap memanggilnya Robbie, anak laki2 ku yang sangat ku sayang) sekali lagi dia mengganggu privasi aku, sewaktu aku mandi. Yang ke-3 kalinya di dalam bulan ini. Dengan alasan sebelumnya bahwa adik perempuannya memakai kamar mandi kami yang lain, dan Robbie menjadi sangat benar2 cerdik dalam kenakalannya. (suatu alasan yang memang tidak bisa aku sanggah)</p>
<p>Saat pertama dia hanya buang air kecil, tapi dia lakukan dengan waktu yang lama, menggoyangkan penisnya, memasukan ke celananya dan menutup retsleting celananya sebelum dia berlalu. Memang seperti itu prosedurnya (kecuali memang karena harus melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu yang panjang). Dia pernah menayakan kepadaku tentang sesuatu (tapi aku lupa tentang apa) dan pertanyaan itu membuat dia semakin lama untuk keluar dari kamar mandi, aku jadi curiga dia berusaha untuk melihat sekilas tubuh telanjangku dari balik kaca plastic yang buram, tetapi tetap bisa memperlihatkan lekuk tubuhku yang langsing diusiaku yang ke- 38 ini.</p>
<p>Aku harus mengakui dimana aku tidak bisa menyembunyikan diriku lebih jauh, sebagai anak laki – laki yang berumur 16 tahun dan sebagai remaja masa kini, pasti sudah melihat banyak sekali tubuh wanita yang sedang telanjang. Sudah pasti saat dia sedang kencan (dan jika beruntung) dia akan mendapatkan semua kejujuran dan kebohongan apa yang disimpan wanita, tentang suatu rahasia yang berada diantara kaki wanita, secara pribadi. Sebenarnya aku tidak berpikir lebih tentang niatnya untuk mengintip ku sampai nanti, setelah beberapa saat Robbie muncul waktu aku sedang menyabuni tubuhku. Saat itu juga aku langsung membilas tubuhku dari sabun, dan seketika itu juga aku tersadar dengan isyarat bahwa aku tidak sendirian dirumah. Suamiku sudah pergi ke kantor pagi2 sekali, lalu dimana Sally ? Aku berkata di dalam hati.</p>
<p>“ Maaf, Mam”, terdengar suara dari anak lakiku yang mempunyai tubuh lumayan atletis itu. “ Sally memakai kamar mandi yang lain dan aku sudah putus asa tidak tahan ingin buang air kecil, jadi aku masuk ke kamar mandi Mama”. Kata Robbie kepadaku, sambil membalikan badan ke kloset, dan duduk di kloset, setelah itu saya melihat bayangannya dari balik kaca penghalang plastic dia menurunkan celana boxernya dengan sekali gerakan “ Dia bilang mau buang air kecil, tapi kenapa dia duduk di kloset dan melepas semua celananya”, aku bergumam di dalam hati. Setelah aku perhatikan, suatu perhatianku kepadanya yang tidak terlalu khusus,”Mmm..”, aku bergumam yang gumaman ku mungkin agak keras dan bisa terdengar diantara derasnya suara air pancuran, dan aku tetap melanjutkan membilas badanku. Dan diluar ruangan shower, aku melihat dengan sudut mataku ada semacam rupa gerakan yang berirama, dan sudah bisa dipastikan itu adalah gerakan yang sangat familiar.” Sepertinya dia sedang menarik Penisnya, benar gak ya..Hmmm”, aku jadi sedikit penasaran. Aku tidak bisa menahan senyum kecilku, ternyata aku melihat anak lakiku secara diam-diam melakukan masturbasi di hadapan Mamanya yang sedang telanjang. Aku merasa seperti terngganggu tetapi juga merasa senang dalam waktu yang bersamaan, bingung sekali rasanya.</p>
<p>Yang membuat ku senang bukanlah sesuatu yang sedang dia lakukan. Tetapi Tubuh ku ini, setelah aku lihat2, aku bangga mempunyai tubuh yang bisa menjadi inspirasi bagi dia, itu yang membuatku jadi agak tersenyum nakal. Yang membuat ku merara terganggu dan risih adalah karena tidak ada tanggapan yang sesuai dari ku sebagai seorang Ibu, aku merasa bersalah karena aku tidak marah kepadanya. Tapi faktanya, malah membuatku seperti agak sedikit horny dan merasa berada di dalam keanehan yang eksotik, aku malah merasa sebagai penari striptis yang sedang tampil di dalam sebuah pelindung kaca.</p>
<p>Aku geser badanku dengan sedikit goyangan yang sexy, yang memperlihatkan lekuk tubuhku, dan aku mendengar meningkatnya tempo pergerakan genggaaman tangannya di penisnya. Di dalam sebuah gerakan tubuhku yang total tanpa aku merasa ragu untuk memperlihatkan bayangan lekuk tubuhku dari balik penghalang kaca platic yang buram itu, dan aku tidak tahu darimana ide ini datang seperti spontan saja mengikuti naluri, aku majukan perutku ke menghadap plastic pelindung yang tembus cahaya itu tepat disebelanya adalah muka Robbie yang sedang mengintipku secara langsung.</p>
<p>Dengan aku memajukan perutku agak menempel ke kaca tersebut, otomatis dia melihat bagian gelap di bawah perut Mamanya yang memperlihatkan seperti semak tipis yang gelap yang sedang disirami oleh siraman air dari shower, dengan gerakan tubuh ku yang naik dan turun perlahan secara berulang – ulang, dengan sangat benar-benar memprovokasinya. Menurutku gerakan itu cukup memberikan dia serangan mendadak ke psikisnya dan membuat dirinya berpikir untuk mengambil tisu sebanyak-banyaknya untuk menahan semprotan derasnya aliran sperma yang mengalir deras dari penisnya, agar tidak bercucuran di lantai. Pikiran nakal yang ada di otakku adalah, menginginkan dengan sangat untuk menghisap bagian vital dari anak lakiku itu yang sedang dimainkan olehnya dan melakukan hisapan ketika spermanya keluar bagaikan air mancur. “ Tapi dia adalah anak laki mu”, protes hati nurani ku, sambil aku membalikan badanku menjauh dari wujud bayanganya yang sedang memuntahkan sperma, tapi jariku sendiri malah menyentuh Vaginaku secara spontan. Menurutku, mungkin saat itu kami mempunyai pikiran yang sama, tentang ketidak senonohan/lancang mengenai diri kami masing2, berpikir dengan memutar imajinasi kami tentang keuntungan atau keburukan yang akan kita dapatkan. “Ibu dan anak sama2 mempunyai nafsu sexual yang tinggi”, pikirku.</p>
<p>Aku menunggunya sampai dia keluar dari kamar mandiku, dia terliahat seperti terburu-buru saat keluar dari pintu kamar mandi. Aku tidak tahu, apakah dia sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi, sehingga dia keluar cukup tergesa-gesa, atau dia takut diketahui oleh diriku, (jika memang aku tidak tahu, tapi mengapa tadi aku tempelkan tubuhku,agar dia bisa melihatku di kaca plastik ini?) Tapi sayangnya akibat ketergesa-gesaannya dia telah melewatkan pertunjukan besar dari ibunya, yang ternyata diriku juga merasakan orgasme, tidak lama kira2 tidak sampai 30 detik setelah dia keluar dari kamar mandi. Dan menurutku itu sangat memalukan!! Dan aku mengakuinya kepada diriku sendiri sesaat setelah aku pulih dari nikmatnya orgasme kecilku. JIka dia bukan anak ku, mungkin aku sudah tergoda. Aku mengingat kembali tetang aksi masturbasi kita antara aku dan Robbie yang saling berbalasan tapi secara sembunyi dan aku mengingatnya satu persatu, aku membayangkan jika aku jadi Robbie atau pada diriku sendiri, seperti kejadian yang terjadi begitu saja dan memang tidak terencana tapi memang sungguh nyata, meskipun diantara kita sekarang sudah tidak di ruangan yang sama.</p>
<p>Sampai pada suatu kesempatan, Sally anak perempuanku pergi keluar rumah pagi2 sekali. Dimana menurut Robbie, Sally pergi untuk melakukan suatu kegiatan di luar rumah. Jadi kesempatan kali ini, bisa digunakan Robbie untuk mengintip lagi Ibu-nya yang sedang telanjang. Apakah aksi Robbie sebelumnya, merupakan suatu kelicikan?Akankah dia melakukannya lagi, dan apakah tanggapanku yang harus aku buat kali ini? “Ah, tidak, Jangan” tapi pikiran nakalku berbisik,” Ayolah, sayang, biarkan inspirasi erotis itu datang dan ada diantara kalian berdua”,hal ini bisa membuatku nakal lebih jauh, dan libidoku yang tinggi ini ingin merasakan sisi gelap dari sebuah gairah yang terlarang. Bagaikan seorang permaisuri di dalam novel-novel romantis yang tertarik kepada Pemuda2 nakal, dan membayangakan pemuda tersebut sebagai sumber obsesinya, dan gairah kupun kembali menyala.</p>
<p>Aku mencoba untuk menempatkan diri dan berpikir, jika aku berada pada situasi itu, aku masih belum bisa menemukan jalan keluar mengenai masalah ini sampai dengan 8 hari kemudian, sekali lagi privasi ku diserang. Tapi kali ini, sesaat setelah aku selasai mandi dan bersiap untuk keluar dari kamar mandi, sebelum Robbie menyelesaikan aksinya. “ Upsss&#8230;!!”, kataku. Robbie, berdiri diatara aku dan handuk besarku yang masih tergantung di gantungan pintu kamar mandi, dan aku kembali masuk kedalam ruangan shower , lalu aku berkata “ Hey, sayang..tolong berikan handuk Mama, yang warna merah jambu, lempar saja handuk itu dari atas!! “</p>
<p>Saya melihat gerakan bayangan penisnya dari bayangan kaca plastik pelindung, sewaktu dia melemparkan handuk kepadaku. Aku segera memakai handuk dengan melilitkan kebadanku, dan aku segera keluar dari ruangan shower.</p>
<p>Sewaktu aku keluar, perasaan ku seperti meleleh. Aku melihat Robbie dengan celana pendeknya, yang sudah siap dengan ujung penis yang sudah terlihat keluar dari celananya. Handuk kecil yang ada ditanganya tidak terlalu lebar untuk menutupi penisnya, dari situ aku mulai mengerti. Anak laki – laki ku menatap dengan berani kearah tubuh ibunya. Dia menjulurkan tangannya ke penis untuk membetulkan posisi penisnya agar lebih nyaman. Dan dia mulai mengocok Penisnya di depan diriku, namun itu hanya asumsi ku saja mungkin apa yang ku lihat adalah salah, dan aku akan mencoba memikirkannya nanti. Saat pertama kali kami menggunakan kamar mandi bersama, mungkin dia terlihat seperti kejadian yang tidak disengaja, tapi lama kelamaan dan kali ini, dia lebih berani dan mempunyai maksud tersembunyi, dan sekarang, dia melakukannya secara nyata di depanku.”Sudah keterlaluan, menurutku” dan spontan aku langsung menampar mukanya dengan keras.</p>
<p>Akibat tamparanku, Robbie sangat kaget, dan akupun juga kaget, mengapa aku menampar Dia, aku agak sedikit merasa bersalah. Terlihat dari muka Robbie yang sangat kebingungan dan sangat sedih. Aku tahu bahwa mungkin aku telah salah bertindak, dengan tidak melihat situasi dan kondisi. Melihat kebingungan dan ketakutannya, sikap keibuanku pun mulai keluar, dan aku jadi tidak memperhatikan mengenai keadaanku sekarang yang sudah mendekati telanjang, hanya berbalut handuk merah jambu, tapi aku tetap acuh dan melupakan keadaan ku sekarang yang hanya berbalutkan handuk, aku langsung memeluknya dengan pelukan erat seorang ibu yang sangat sayang kepada anak laki-laki nya. Penisnya yang tadi berdiri tegak dan keras, menjadi agak lembek beberapa saat, tapi mukanya secara tidak langsung menempel pada payudaraku, karena dekapan pelukanku yang erat kepada dirinya.</p>
<p>Aku merasa menjadi sangat buruk di mata Robbie, dan aku ingin memberikanya suatu ganti rugi untuknya. “Oohh Robbie anaku sayang, maafkanlah Mama sayang, Mama tidak bermaksud untuk menyakitimu, soalnya Mama sangat kaget ketika membuka pintu shower, kamu sedang bermasturbasi dengan mengintip Mama, dengan melihat tubuh Mama yang sudah tua ini”.</p>
<p>Robbie hanya terdiam, dengan mengeluarkan sedikit air mata, dengan tetap meneruskan pelukannya pada tubuhku dan terus menyandarkan kepalanya di Dadaku. Aku coba mengatakan kepadanya, agar kejadian ini tidak dianggap sebagai hal yang serius, dengan mengatakan,” Adakah yang Mama bisa lakukan untuk mu, agar kamu bisa melupakan kejadian ini, sayang?” , “ Apa yang bisa mama dapakan untuk bayi Mama ini, apakah kamu mau yang special dari Mama? Ayo, bilang ke Mama, Sayang!!!”</p>
<p>Sewaktu aku sedang membujuknya, aku merasakan Puting susuku yang sebelah kiri seperti dihisap. Ternyata setelah aku melihat kearah Payudaraku, Robbie telah berkata dengan tersirat melalui aksi mulutnya, apa yang dia inginkan dariku. Apa yang bisa dilakukan lebih, dari seorang ibu kepada anaknya kecuali menyusuinya, meskipun anaknya sudah berumur 16 Tahun. Hati dan perasaan ku seperti menabur rasa kemurnian kasih sayang dari seorang ibu untuk anaknya melalui bagian tubuh yang sangat intim, yaitu putting susu ku ke Bibir Robbie. Rasanya aku ingin memelihara kedekatan fisik, tubuh kami antara aku dan anak ku, sebagai moment yang manis. Sama seperti saat Robbie masih bayi. Tapi dengan bertumbuhnya kedewasaan diantara kami, pasti akan menimbulkan image yang buruk.</p>
<p>Aku merasakan Penisnya mulai mengeras dan berdiri tegak kembali, dan artinya hisapan di Puting susuku terasa bukan hisapan yang kekanak kanakan, tetapi dengan mengerasnya Batang penis Robbie, memperlihatkan bahwa dia sedang berada di dalam samudra gairah yang tak tertahankan!! Gelombang gairah itu pun akhirnya juga menerpa dan mulai merasuki ku, dan aku mulai terangsang sangat hebat, sikapku pada saat itu mulai berubah dari seorang wanita yang sangat keibuan menjadi seorang Ibu yang sangat menginginkan bercinta dengan seorang pemuda yang umurnya terpaut jauh lebih muda dariku (MILF). Saya mulai merasakan telapak tangan Robbie, meluncur turun kebawah perutku dan jari2nya menuju kearah lipatan vertikal ku yang ditumbuhi bulu halus, yang memang sangat aku rawat, dan sekarang vagina ku sudah mulai basah oleh cairan kewanitaanku, karena rangsangan yang hebat yang aku rasakan dari rabaan jari – jari Robbie. Dia pasti tahu dengan apa yang dia lakukan kepadaku dan akan membuatku menggeliat, dimana tangan kanannya meyeruak masuk kedalam Vaginaku dan jarinya memainkan bagian yang paling tervital di tubuhku, jarinya mulai memelintir dengan halus klitorisku, dan aku merasakan aliran darahku yang deras berdesir ke seluruh tubuhku, suatu kenikmatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku merasa seperti melayang jauh tinggi ke awan. Yang kurasakan ini mungkin karena, Anaku sendiri yang membuatku jadi begini, memang rasanya terasa sangat jauh berbeda , saat aku melakukan ini dengan suamiku.</p>
<p>Tanpa sadar aku terus memajukan pinggulku untuk penetrasi ke dalam sentuhannya jari2nya, kami lakukan ini dengan sanagt perlahan, dan aku sangat menikmatinya. Robbie memindahkan mulutnya untuk menghisap puting ku yang satu lagi, dan jari dari tangan kirinya tetep menusuk kedalam liang vaginaku, sambil kadang memencet klitorisku dengan lembut, dan aku rasakan sisa jarinya yang masih diluar liang vaginaku meraba bibir anusku dengan nakal, kadang dimasukan atau menggesek gesek bibir anusku. Aku mulai merasa kehilangan kontrol terhadap situasi yang terjadi saat itu, aku sangat yakin bahwa aku tidak mempunyai kehendak untuk menghentikan cekramaan dari rangsangan gairah nafsu yang sedang membakar kami berdua. Yang terjadi malah aku mencengkram Bantang penis anaku yang mengacung tinggi dan keras, yang selama ini anaku pamerkan kepadaku tapi aku acuh tak acuh, dan aku merasakan kekuatan dari seorang lelaki yang mempunyai nafsu seperti binatang. Semakin aku berpikir liar, dan aku semakin terangsang sangat hebat. Sentakan dari desiran darah di dalam adrenalinku merasuki sistem pertahanan tubuhku, dan aku dibuat sangat lemah karenanya, aku sudah melupakan kejadian saat aku menamparnya tadi. Dan aku merasakan lututku mulai melemah.</p>
<p>Robbie mengetahui bahwa memang pertahananku sudah runtuh, dan dia juga tahu bahwa ibunya sudah pasrah dengan rangsangan dari kenikmatan siksaan yang dia berikan dan dengan mudah dia membaringkan tubuhku ke lantai. Karpet berwarna merah muda pekat, dengan bahan kain sedikit berbulu, melapisi lantai kamar mandi utama kami, dan menjadi bantalan yang empuk dah halus yang memang tepat sekali untuk alas bercinta yang sangat indah, aku merasa badanku seperti perlahan melayang jatuh saat tubuh telanjangku terbaring, lebih tepatnya dibaringkan diatas bulu2 halus di karpet itu dengan dibantu oleh Anak lakiku tercinta yang kuat dan sangat tampan. Setelah tubuhku terbaring di lantai, Robbie langsung memeluku, aku berada di bawahnya yang juga menyambut pelukan itu dengan langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah yang tertahan untuk diledakan, aku merasakan mulut Robbie dan merasa anaku ini juga ingin di explor olehku,lidahnya menelusuri tiap inci dalam mulutku, baru kali ini aku merasakan tentang Robbie anak laki2 ku yang ternyata sangat hebat dalam bercinta. Aku sempat terpikir, dengan apa yang sedang terjadi sekarang, dan dampak apa yang terjadi setelah kejadian ini, dan lama kelamaan bersama dengan desiran angin asmara diantara aku dan Anakku, pikiran itu hilang terbawa gelombang kenikmatan surga yang datang menerpa diriku dan aku merasa seperti tubuhku sedang melayang terbang jauh menuju sebuah Bintang yang memberikan harapan tentang kenikmatan suatu keintiman Seks yang indah yang mungkin akan aku rasakan dan diberikan oleh anaku sendiri.</p>
<p>Diriku semakin haus akan kepuasan, bukan saja haus melainkan aku sudah sangat merasakan lapar akan kenikmatan Bercinta, aku sudah sangat basah, aku sempat berpikir biarlah aku Hamil dari anaku sediri, semua sudah kepalang basah, yang penting aku hanya mau kenikmatan itu, aku arahkan agar Robbie untuk segera memasukan batang Penisnya yang lumayan besar itu untuk segera menerobos masuk ke dalam Vagina ibunya yang merah merona dan merekah yang sudah sangat banjir akan cairan2 kewanitaan. Aku mulai menggenggam lengan atas Robbie, dan merasakan otot bisep dan trisepnya yang semakin membuatku bergelora, dengan ketelanjangan kami berdua, aku merasakan bersatunya tubuh dan badan kami antara ibu dan anak, dengan sensasi yang benar-benar luar biasa, merasakan kulit ku bersentuhan langsung secara penuh dengan kulitnya tanpa adanya batasan dan halangan dan kami lakukan dengan tanpa ada rasa tabu diantara kami. Tubuhku sudah mendekap erat tubuhnya dan memperlihatkan suatu buaian – buaian kasih sayang dengan penuh nafsu dan rongrongan birahi. Aku menjadi birahi kepada anak lakiku, sangat dan teramat sangat, sehinggap Robbie dapat dengan mudah membuat serapat mungkin tubuhnya kepadaku agar dia dapat lebih leluasa untuk menentukan posisi yang nyaman untuk menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, yang mungkin terkesan kuno tapi klasik dengan cara bercinta lelaki diatas perempuan. Dalam situasi berciuman kami yang penuh dengan hasrat dan birahi, aku bisa merasakan Penisnya mulai menyodok dan mulai mendorong mencari lubang Vagina ibunya sendiri yang memang sudah basah, banjir oleh cairan yang licin dan lengket yang sudah siap untuk diterobos masuk, pintu kenikmatan surgaku seperti diketuk sudah siap kubuka, kenikmatan surga duniawi yang penuh dengan dosa, tapi sangat indah dan luar biasa, Surga duniawi sudah menunggu kami, dan kami berdua siap melayang terbang kesana menggapai kenikmatan yang terbalut dengan indahnya dosa. Birahi kami sudah sangat tidak bisa kami tolerir. Tiba-tiba aku merasakan suatu sensasi yang sangat sulit untuk diungkapan, tanpa tuntunan tangan ku ternyata penisnya telah menyeruak menerobos masuk dengan hentakan nafsu binatang seorang anak Laki2 dan terus mendesak terpompa semakin dalam dan semakin dalam ke liang Vagina ku, dengan ukuran besar dan panjangnya penis anaku aku sedikit merasakan agak ngilu pada bibir Vagina ku, tapi rasa sakit dan ngilu itu terhapuskan oleh buaian gelombang nafsu birahiku yang sedang berkobar, dan aku merasakan suatu sensasi nikmatya dari suatu hujaman yang bisa menggapai rahimku, dimana kesucianku sebagai seorang ibu telah terengut dan dirampas oleh anak kandungku,yang selama ini hanya aku khususkan untuk suami ku tersayang, dengan jujur aku katakan aku menikmati terengutnya dan terampasnya kesucian ini, kesucian dari sebuah Vagina, sebuah rahim seorang ibu yang bisa menghasilkan sumber kehidupan dan benih dari suatu kehidupan baru.</p>
<p>Penetrasi demi penetrasi kami lakukan bersama, suatu dorongan, desakan dan hujaman demi hujaman Penis anak ku kedalam Rahim tempat dimana dulu dia dikandung. Penetrasi itu menimbulkan setruman setruman, yang secara intensif dari setiap gerakan didalam persetubuhan fisik kami dalam suatu hubungan sedarah/inces, yang termotivasi lebih dari suatu pengorbanan ungakapan cinta dari sepasang manusia. Hujaman Penisnya keluar dan masuk seperti itu berturut turut kedalam Vaginaku, dan aku dengan sangat senang menerima hujaman tersebut ke dalam vaginaku, pasti kami merasakan rasa persetubuhan yang sama indahnya, suatu sensasi kepuasan yang belum tentu bisa di gapai oleh orang lain. Kenikmatan dari persetubuhan yang nista ini bagaikan binatang yang tidak mengenal ayah ibu atau anak, yang terpenting adalah kepuasan, aku merasa menjadi seorang yang primitive seperti tidak ada laki2 lain di dunia ini yang bisa memberikan aku kepuasan tanpa batas, erangan demi erangan kami lakukan, desahan demi desahan, dan jeritan jerita kecil yang ku ungkapan ke telinga Robbie membuatnya semakin Liar menghujamkan penis besar dan panjangnya itu sedalam dalamnya kedalam liang Vaginaku sehingga aku merasakan sodokan pada rahimku. Basahan dari keringat kami berdua yang membasahi sekujur tubuh kami, menimbulkan suara tepukan yang terdengar sangat dramatis, setiap tepukan dari bagian tubuh kami dari kulit yang basah oleh keringat, pertemuan antara selangkangan ku dengan selakangan Robbie yang menimbulkan suara tepukan dipadukan dengan nikmatnya Sodokan, dan jeritan, sangat sulit diungkapkan. Yang pasti sangat nikmat. Tubuh kami terkunci dalam suat dekapan erat yang tak terlepaskan, dadanya medekap dadaku sehingga payudaraku tergencet dan tertumpah menyembul ke samping diantara badanku dan dia, pinggul dan pahanya menghantam pinggul dan pahaku naik turun dengan sangat perlahan tapi pasti dengan nafsu birahinya kepadaku, dengan erat aku cengkram kedua pantat sexy anak ku, membantu mendorong membuat hujaman2 keras dan sedikit kasar untuk Vaginaku, gerakan yang sangat bermanfaat dan membuat kami seperti terbang bersama sesaat, merasakan hujaman demi hujaman yang dia lakukan terhadapku.</p>
<p>Aku mulai menantikan dengan waswas dan hati berdebar tapi sangat menginginkannya juga, aku sangat menyukai disaat saat seperti ini dimana aku rasakan sebuah penis yang besar keras dan panjang akan menyemprotkan sperma di dalam Vaginaku, penisnya sudah mulai berdenyut dengan hebat,dengan denyutan penisnya itu pun aku juga mulai merasakan hal yang tak akan pernah kurasakan di di dalam hidupku, bahwa nafsu birahiku terpuaskan oleh anak kandung ku sendiri, Suatu sensasi yang memang sangat luar biasa, sepertinya aku juga akan mengalami oragasme. Sengaja aku tahan oragasme ku agar Aku dan Robbie dapat bersama menikmati Nikmatnya Suatu dosa hubungan sedarah antara ibu kandung dengan anak kandungnya. Robbie memiliki Penis dengan batang dan kepala yang cukup besar, saat dia melakukan hujaman yang kali ini cukup terasa keras bagiku, tiba-tiba Robbie diam mematung seperti membeku, badannya bergetar menahan suatu kenikmatan yang selama ini dia impi-impikan, Aku rasakan Penisnya seperti terkunci tertelan sangat dalam di vaginaku dengan kepala Penis berada jauh di dalam rahimku, aku melihat wajahnya yang tampan dan kedewasaan mulai tergambar dari raut wajahnya yang mungkin nanti menjadi Ayah dari anak yang akan ku kandung ini. Akhirnya hal yang kutakutkan terjadi aku terlambat mencabut batang penisnya dari dalam vaginaku, tapi disatu sisi aku merasakan sensasi nakal yang menjalar di tubuhku yang ingin merasakan rasanya jika dibuahi oleh anak kandung ku sendiri, Robbie melenguh dan mendesah hebat Penisnya menyemburkan sperma di Rahimku tempat dimana aku mengandungnya, semburannya berkali kali sangat kencang terasa, dan saat itu pula aku merasakan Vaginaku juga berdenyut keras dan aku menjerit histeris karena merasakan Orgasme yang selama ini belum pernah aku rasakan, karena sensasi persetubuhan sedarah ini, aku merasa seperti terbebas terbang, aku orgasme sangat panjang dan lama seiring dengan keluarnya sperma Robbie yang menyembur di dalam Vaginaku. Terasa hangat basah, gemericik, sedikit lengket pada selangkangan kami yang menempel terkunci satu sama lain, dengan aku menyilangkan kakiku pada pinggang Robbie.</p>
<p>“ Mam, aku mengeluarkannya di dalam&#8230;maaf”, ucapnya dengan nada datar, takut aku hamil, tapi dia puas tanpa ada penyesalan. “Ya Tuhan, Robbie&#8230;Kamu membuat orgasme terpanjang dan terbaik dalam hidup Mama, dan Mama sangat menikmatinya”, itu yang aku katakan kepadanya. Kami mengalami klimax persetubuhan sedarah yang sangat indah, terdengar tabu tapi faktanya indah dan luar biasa.</p>
<p>Spermanya perlahan lahan mengalir keluar dari dalam Vagina ku, bercampur dengan cairan kewanitaan ku, spermanya sangat banyak, dan aku yakin dia sehat dan pasti spermanya juga sehat.Hamilkah diriku? Apa yang terjadi, menjadikan kami ketagihan akan hubungan rahasia yang sangat penuh dengan dosa, aku akan menjalani hubungan ini dengan caraku, dan aku tidak akan pernah menyerah.</p>
<p>Memang seperti yang aku katakan di awal cerita ini, perbuatan ini pasti tidak bisa di maafkan, apa yang kami lakukan pasti akan ada kosekwensinya, aku tahu itu dan aku mengerti. Tapi disaat Robbie ada disebelahku, dan waktu kami melakukan Dooggie style, atau jika aku berada diatasnya layaknya wanita penunggang kuda, atau di manapun kami menumpahkan cairan kenikmatan itu, semuanya mengandung resiko yang sangat tinggi, ketahuan oleh suami atau orang lain tentang hubungan sedarah kami, atau aku hamil. Tapi aku, kami bersuha secantik mungkin agar semua itu tertutup dengan rapih, dan sepintar mungkin agar aku tidak mengandung benih dari anak ku sendiri.</p>
<p>Singkat kata,” Waktu aku tahu Anak lakiku masuk kedalam kamar mandi, untuk mengintip Mamanya yang sedang Mandi, dan menawarkan suatu permainan yang beresiko tinggi, AKU TIDAK BISA MENOLAKNYA”!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/964/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=964&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-aku-seorang-ibu-yang-diintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksebisionis &amp; Incest : (PART 2) Aku Sadar Dijadikan Obyek Onani Oleh Anakku</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-2-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-2-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 18:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita import]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kejadian itu, aku habiskan sisa waktu dari malam itu di kamar merenung sambil meringkuk di atas tempat tidur dan merasa bersalah dan malu akan kejadian yang baru saja terjadi, merasa menjadi seperti seorang Ibu yang paling buruk di muka bumi ini, sambil merasakan tetes2 terakhir cairan kewanitaanku yang keluar dari liang Vagina yang membasahi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=960&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kejadian itu, aku habiskan sisa waktu dari malam itu di kamar merenung sambil meringkuk di atas tempat tidur dan merasa bersalah dan malu akan kejadian yang baru saja terjadi, merasa menjadi seperti seorang Ibu yang paling buruk di muka bumi ini, sambil merasakan tetes2 terakhir cairan kewanitaanku yang keluar dari liang Vagina yang membasahi liang kenikmatan itu. Aku merasakan kenikmatan dari sebuah dosa, walupun bukan persetubuhan, tapi itu juga sudah pasti sebuah dosa. Dengan air mata yang berusaha aku bendung di mataku, aku mengutuk perbuatan yang tadi aku lakukan di depan anak lakiku, dan semua perbuatan buruk ku yang telah kuperbuat dengan penuh rasa penyesalan.<span id="more-960"></span></p>
<p>Setiap malam hari aku terus berpikir tentang kejadian itu kembali mengingat gerakan demi gerakan yang aku lakukan dan yang anak ku lakukan, dengan jelas sekali tergambar di dalam benakku dan kejadian itu benar2 menggetarkan hatiku dan membuatku sangat gerah dan gemas, saat anak laki ku menyemprotkan Spermanya sambil melihat Ibunya orgasme dengan liar berkali kali dihadapannya, tapi tetap saja peristiwa itu membuatku kagum walaupun aku merasa jijik dan muak bila mengingatnya. Semua kejadian saat itu secara terperinci berdesir ke di dalam benaku dan terus bertanya kepada diriku, mengapa aku mengizinkan itu terjadi. Apakah saya membutuhkan kejadian seperti malam itu, untuk membangkitkan gairah nafsuku, dengan cara mempertontonkan ketelanjanganku dan gaya masturbasiku di depan anakku? Aku berpikir dan menyadari bahwa aku tidak mempunyai jawaban untuk hal tersebut, dan aku meragukan kapan aku bisa menjawab pertanyaan itu.</p>
<p>Aku tidak tau mengapa, saat aku sudah terhanyut di dalam tidurku, dan aku terbangun sudah di pagi yang baru, dan aku cepat2 mengganti gaun tidurku yang sangat sexy itu yang memang setiap malam aku gunakan untuk tidur, memang aku akui setelah kejadian itu aku pernah bersumpah dengan sumpah serapahku untuk tidak akan pernah menggunakan gaun tidur itu lagi, aku merasa kotor, nista dan sangat mesum jika teringat kembali saat aku merasakan nikmatnya suatu kepuasan oragasme yang sangat tinggi yang pernah terjadi dalam hidupku dari masturbasi kali itu, dengan melihat Anak lakiku yang sedang oragasme menyemprotkan sperma serta ceceran spremanya mengalir ke lantai, dan melihat diriku yang sedang menyetubuhi diri sendiri. Langsung aku lepas gaun tidurku itu dan mengambil kimono ku memakai dan mengikatkan talinya di pinggangku. Dengan cepat aku menuju ke kamar mandi untuk segera mandi dan membersihkan diri, karena aku merasa jijik dan muak kepada diriku sendiri setelah semalaman tidur dengan gaunku itu. Sekarang aku mulai mengetuk dahulu pintu kamar madiku sebelum aku menerobos masuk kedalam, aku selalu waspada terhadap segala hal, jika ada yang diam2 mengintip atau tidak sengaja memperhatikan diriku sewaktu aku mandi atau berganti pakaian, tapi kadang aku juga berharap untuk tau jika memang dia sedang mengintip atau memperhatikanku selagi aku mandi atau mengganti pakaian.</p>
<p>Yang aku takutkan dan yang aku harapkan pun terjadi, ketika ku buka pintu kamar mandi, aku melihat sesosok tubuh yang ternyata adalah Anak laki ku yang sedang asik berada dibawah pancuran air dimana dia sedang mengocok batang penisnya yang keras dan besar dengan sangat liar dengan buih2 sabun yang berlumur pada tangan dan penisnya. Aku berdiri terdiam sejenak untuk beberapa saat memperhatikan dan menelan semua apa yang kulihat saat itu, tangannya yang sedang menggenggam dengan erat Batang kejantanan yang sangat keras seperti baja dan secara liar memaju mundurkan genggaman itu pada penisnya, lalu dia menyadari akan kehadiran ku disitu dan terlihat dari wajahnya yang pucat pasi disertai kepanikan,” Mam, aduh&#8230;ngapain disitu..aduh&#8230;!!!” kata anak ku dengan sangat panik, matanya terlihat langsung bekaca-kaca tapi dia berusaha menutupi rasa pucatnya, lalu dengan rasa malu dan kebingungannya dia berusaha menutupi penisnya dengan kedua tangannya.</p>
<p>“Oh..kamu, Maaf Sayang&#8230;.seharusnya mama mengetuk dulu, sebelum masuk” kataku dengan nada suara halus dan penuh keibuan, tapi aku tidak beranjak dari situ, karena memang aku tidak mau pergi dari situ. Malahan aku melihat kearahnya sekali lagi. Dia tetap mencoba dengan susah payah menyembunyikan penisnya dari ku dengan kedua tangannya, tapi harus ku akui bahwa sangat susah untuk menyembunyikan penis yang sedang ereksi sebesar itu.” Gpp.., sayang&#8230;Memang sudah seharusnya kamu merasakan hal itu, dan itu merupakan hal yang umum di umurmu”, aku katakan hal itu kepadanya dengan senyum simpul di bibirku dengan penuh pengertian kepada.</p>
<p>Aku tau, kali ini dia tidak mengerti maksud dari ku barusan, dia masih terlihat takut dan kaget dengan kehadiranku didekatnya sambil melihat tubuh telanjang dan penis besarnya yang mulai perlahan mengecil berubah menjadi agak lembek karena ketakutannya.” Kita bicarakan hal ini, ketika kamu sudah selesai “, aku katakan kepadanya sekali lagi dan tidak lupa tetap menyimpulkan senyum di bibirku kepadanya, lalu aku meninggalkan dia di kamar mandi beranjak dari situ dan turun ke bawah menuju ke dapur.</p>
<p>Langkah demi langkah aku menjauh dari kamar mandi untuk menuju ke dapur, aku bisa merasakan rangsangan dari apa yang kulihat tadi, perlahan lahan dari satu langkah kelangkah selanjutnya mulai membuat Vaginaku menetesakan cairan sehingga aku mulai merasakan basah di daerah selangkanganku, dan dapat kurasakan wewangian dari gairah birahi yang mulai merasuk ke dalam napasku secara halus dan perlahan. Terbersit kembali olehku pada kejadian di kamar mandi tadi, hanya penis keras, besar dan panjang milik anak ku yang kembali membakar ku kedalam keinginan birahi, dan semua kutukan kasar yang pernah ku ucapkan untuk diriku sendiri atas kejadian yang pernah terjadi pada kami berdua tinggal kenangan, karena klitoris dalam vaginaku sudah mengemis dan memohon untuk sebuah perhatian.<br />
Sesampainya aku di dapur, aku membuat secangkir kopi untuk diriku sendiri lalu aku duduk di kursi meja makan dengan kaki menyilang dimana kedua pahaku menumpu ke paha yang satunya, aku tegangkan silangan pahaku sekuat mungkin sehingga Vaginaku terjepit dan tertutup rapat akibat dari tekanan silangan pahaku untuk memudahkan diriku menahahan denyutan Vaginaku dari rangsangan birahi yang mulai menyergapku dan memberikan aku waktu sesaat sampai sebelum anak ku turun ke bawah. Menurutku ini adalah saat yang tepat bagi diriku untuk membuat sebuah keputusan, aku akan menjadi pengalaman sex yang pertama bagi anak ku. Tapi hatiku berkata bahwa aku tidak boleh menjadi pengalaman pertamanya. Dia sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan, dan aku yakin, mungkin beberapa wanita di sekolahnya ada yang bersedia untuk disetubuhi untuk pertama kalinya oleh anakku. Kemudian setelah saya tau bahwa dia pernah bersetubuh dengan teman wanitanya, barulah aku akan menjadi pengalaman terbaiknya.</p>
<p>Itulah yang kupikirkan sesaat samapai akhirnya anak ku turun kebawah dengan mengenakan kaos dan celana yang agak basah berkeringat, kepalanya tertunduk kebawah dan matanya menatap lantai dengan perasaan yang sangat bersalah, dengan perasaan bercampur malu yang terlukis di wajahnya yang tampan dan manis. Perlahan-lahan dia duduk di kursi yang berada di seberang meja, duduk meghadap kearahku tapi dengan pandangan yang tidak berani memandang kearah mataku, melainkan menatap kearah sekelilingnya dan berharap bisa duduk di tempat lain daripada duduk di kursi itu.</p>
<p>“ Apakah kamu mau membicarakannya?” Aku bertanya kepada dirinya dengan menatap tajam dari seberang meja, walaupun sebenarnya adrenalin gairah birahiku sudah bedenyut berpacu dengan nafsu, dan aku mulai merasakan licin di bagian selangkangan dengan basahnya vaginaku yang perlahan lahan mulai terangsang dan mengeluarkan cairan bening kewanitaanku di diantara sela2 pahaku yang sedang tersilang rapat dan sangat erat, aku mencoba bersuara dengan sangat lembut dan natural tentang semua hal yang baru saja terjadi.<br />
“ Bbbbiiiicara&#8230;mengenai apa Maamm.., aku tttiiiidak tauu”, akhirnya dia membalas pertanyaanku dengan suara yang terdengar sangat lemah lembut.</p>
<p>“Gpp &#8230; sayaaang, Mama tidak akan berpikir buruk jika kamu mau membicarakannya”. Aku berbicara dengan tenang, agar membuat dia merasa sedikit lebih nyaman dan mudah untuk mengerti tetang situasi yang ada pada kami sekarang, dan memudahkan dia untuk membicarakannya.</p>
<p>“ Janji ya Mam..!!” Kata anak ku sambil melirik kearah mata ku sesaat, dan kembali menatap kearah meja.Aku menganggukan kepala dan melempar senyum kepadanya sambil berkata,” Ya, mama berjanji.” Jawabku dengan nada yang halus.</p>
<p>“Oke”, kata dia kepadaku sambil sedikit menganggukan kepalanya. Menurutku dia tetap tidak yakin untuk mengatakannya atau mungkin bingung bagaimana harus memulai pembicaraan.</p>
<p>“ Yang kamu tau, sudah sejak kapan kamu mengeluarkan itu kamu?” Aku bertanya terlebih dahulu untuk membuka pembicaraan dan memudahkan dia Anak ku untuk mengatakan yang sejujurnya, tapi pertanyaanku ini bukan dengan maksud untuk tau sudah berapa kali dia menyemprotkan mani/spermanya atau berapa kali dia onani/ masturbasi, atau sejak kapan dia bermasturbasi dengan cara menghayalkan diriku. Seperti anda baca sekarang, bahwa saya sudah mulai terbawa dengan halus kedalam sebuah godaan yang bejat.</p>
<p>“Aku gak tau Mam, kira-kira&#8230;Mmm&#8230;baru-baru ini aja koq..” Dia menjawab pertanyaan ku dengan menunduk menatap meja, gelisah dan sedikit tidak nyaman.</p>
<p>Sekali lagi aku menganggukan kepalaku menandakan aku mengerti atas jawabannya, dan aku mulai mengajukan lagi beberapa pertanyaan lagi dengan sangat hati-hati. “ Mmm..Setelah kamu&#8230;., kamu tau kan itu&#8230;,setelah kamu memuaskan dirimu dengan seperti itu, apakah kamu merasa lebih baik?”, aku bertanya sambil merasakan sesuatu yang terus menerus mulai membasahi diantara kedua belah pahaku.</p>
<p>“Kadang”, dia menjawab pertanyaanku. “ Kadang, aku juga merasa kurang puas, Mam.” Dia langsung menyambung jawabannya nada suara yang pelan.</p>
<p>Saya memberikan senyuman lembut kepadanya. Ya Tuhan, saya tau gimana rasanya itu, berarti faktanya adalah kita sama-sama merasakan hal yang sama dalam hal tersebut, aku berkata di dalam hati. “ Itu artinya kamu mulai bertumbuh menjadi Pria dewasa, sayang&#8230;, dan apa yang kamu lakukan itu merupakan suatu bagian dari proses pendewasaan kamu. Mmm&#8230; seperti yang kamu juga tau, Mama juga masih melakukan itu koq, kamu tau kannn&#8230;,bermain dengan diri Mama sendiri. Jadi Mama sangat mengerti tentang apa yang kamu lakukan.” Aku mengatakannnya dengan memberikan senyuman yang agak sedikit nakal dan menggoda.</p>
<p>Penampilan anak laki ku pada saat itu memperlihatkan rasa bersalahnya, dia seperti lebih merasa bersalah pada saat aku memberi tau mengenai proses pendewasaan daripada tampilannya ketika aku melihat kelakuannya tadi di kamar mandi. Maka aku mempunyai ide untuk bercerita, tentang hal diantara kami yang mempunyai kaitan khusus, dan aku memutuskan untuk membeberkannya di depan anak ku. “ Mama tau sayang&#8230;, kamu melihat Mama kan beberapa Malam yang lalu&#8230;Mama tau, kamu melihat dan menonton mama sedang bermasturbasi, dan Gpp juga Koq, It’s ok Sayang. Tidak ada yang salah dengan perlakuan kamu waktu itu.” Aku mengatakannya dengan lembut tapi agak mengagetkan dirinya, seperti yang aku bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Mata anak ku terbuka lebar saat aku mengatakan hal itu, dia telihat sangat takut dan tertegun seakan akan tidak percaya dengan apa yang telah aku katakan. “ Mm..mama, melihatku, Jadi Mama tau&#8230;?” Pernyataan yang keluar dari mulut anak ku seakan akan melayang di udara diatara kami. Pertamanya, mukanya terlihat sangat pucat pasi, tetapi lama kelamaan berubah menjadi kemerah-merahan menahan malu. Aku menganggukan kepala dan kembali tersenyum kepadanya sambil menatap dia di seberang meja. “ Yup, Mama melihat kamu pada malam itu dan mama juga lihat apa yang sedang kamu lakukan saat itu, tapi jangan khawatir, mama suka koq.” Aku katakan hal itu kepada anak ku, dan akupun mulai merasakan rasa panas gairah libidokupun mulai terbangun dalam diriku, sepertinya Vagina ku ini sudah mulai berteriak teriak untuk di masuki dengan penuh, dan siap untuk disetubuhi.</p>
<p>“ Jadi Mama, tau semua?” dia bertanya kembali, sambil menyondongkan badannya kedepan lebih mendekat, dan aku dapat melihat ke dalam dirinya bahwa hal yang tadi dia takutkan menjadi suatu hal yang sangat menarik bagi dia, dan matanya mulai terlihat sama seperti ketika dia melihat diriku sedang menyetubuhi diriku sendiri yang terbuai dalam buaian kepuasan klimax pada malam itu.</p>
<p>“Yup, Mama melihat dan tau semuanya, dan itu menjadikan mama merasa lebih nyaman, karena melihat mu terlihat sangat enjoy waktu kamu menonton mama.” Aku menjawabnya dengan sangat jujur, meskipun kata – kata itupun terdengar agak bermasalah di kupingku, dan suara hati ku pun menyeringai hal yang sama. “ Sudah lama sekali Mama pengen itu, bahkan Mama sangat enjoy ketika Pemuda Ganteng seperti kamu melihat Mama sedang dalam keadaan begitu.” Secara tidak langsung aku membuat pengakuan kepada anak ku, bahwa aku juga membutuhkan SEKS, aku mengatakan hal tersebut secara tersirat sambil menyapu bibir ku dengan lidah dan juga menyelipkan senyum simpul dari bibirku. Dan keadaan menjadi sangat sunyi, kami terdiam sesaat dan keadaan menjadi sangat hening, karena perkataan ku yang baru saja aku katakan. “ Apakah kamu mau melihat yang lebih lagi dari yang kamu lihat pada waktu malam itu, sayang?” Aku bertanya lagi kepada anak ku, dengan suara yang halus sedikit pelan tetapi perkataan ku itu seperti memecah keheningan.</p>
<p>Wajah anak ku terlihat seperti dipenuhi dengan kebingungan, akibat pertanyaan ku, dan kepalanya perlahan lahan mulai setengah mengangguk dengan pelan, dan matanya kembali menatap kearahku. “ Ya&#8230;, aku mmm..mau Mmmaam,tapi&#8230;tapi&#8230;.Mama kan tau&#8230;.itu adalah tindakan yang salah&#8230;., itu gak boleh kan Mam?” Dia bertanya kepadaku, dan pertanyaanya membuat aku berhenti dan berpikir untuk sesaat, apa lagi yang harus ku jelaskan kepadanya. Apakah ada yang salah dengan semua ini? Apakah dia merasa seperti di diremehkan? Mengapa dia mengatakan itu? Tidak, aku hanya ingin memberikan kepadanya sesuatu yang special dari diriku, dimana agar dia tau bahwa kasih sayang ibunya hanya untuknya seorang.</p>
<p>“Tidak, sayang&#8230;gak ada yang salah dengan semua ini, apa yang akan kita lakukan bersama ini adalah sangat special, sebuah kasih sayang, dan hanya antara kita saja, kamu ngerti maksud Mama kan?” Aku bertanya untuk mengetahui apakah dia mengerti maksudku untuk masuk kedalam sebuah sumpah yang sangat rahasia, dan terjun ke dalam jalan yang merupakan bagian dari cinta dan persetubuhan sedarah, tapi pada saat itu aku tau bahwa aku memilih pilihan yang tepat.</p>
<p>Untuk sementara aku melihat dia sedang berpikir untuk melalui hal yang baru saja ku tawarkan kepadanya, seperti yang sudah pernah dia lakukan sebelumnya, lalu dia menganggukan kepalanya sekali lagi, dan berkata,” Ya, aku mengerti Mam”. Anak ku menjawab pelan, dengan sedikit malu dan kekhawatiran yang mulai terlihat jelas di wajahnya, dan sebuah senyum mulai terlihat dari bibirnya dimana tatapan matanya melihat kearahku dengan tatapan yang tidak meyatakan suatu syarat apapun dan penuh kasih sayang.</p>
<p>Pada saat itu juga aku langsung berdiri dari bangku, dan melepaskan ikatan kimonoku yang mebuat kimoku tertutup rapat. Sambil membuka dengan perlahan, aku melihat setiap gerak gerik anak ku, setiap emosi yang terlukis di wajahnya, perlahan aku buka ikatan kimonoku untuk memperlihatkan tubuh telanjangku yang berada di balik kimono, aku dapat melihat dia menatap secara langsung kearah payudaraku yang besar dengan putting susuku yang mulai mengeras, dan tatapannya terus mengarah dari atas ke bawah kearah Vaginaku yang tercukur sangat rapih dan mulai berkilau terbasahi oleh cairan kewanitaan yang memang sudah mengalir sejak tadi. “ Kamu suka sayang, dengan keadaan Mama yang telanjang seperti ini di depan kamu?” Aku bertanya dengan sedikit agak berbisik keras kepadanya.</p>
<p>Perlahan dia menganggukan kepalanya, dan aku tetap mengawasi gerak geriknya yang sedang menatap tajam kesetiap inci kearah tubuhku bagian demi bagian.” Ya, Mam aku suka&#8230;”. Dia bergumam di dalam kebingungan dari pemandangan yang sedang dia lihat sekarang.</p>
<p>Aku bergerak mengelilingi meja sampai pada akhirnya aku berdiri tepat di depan anak ku, dan aku dapat melihat bahwa ia mencoba untuk menyembunyikan keadaan celananya yang sudah mulai sesak dan menonjol dari ketelanjanganku, yang terlihat jelas dari keadaan celana yang dia pakai. Aku sudah tidak bisa menahan diriku pada saat, aku melangkah lebih dekat kepadanya dan agak membukukan badan, lalu aku mengangkat dagunya dengan salah satu tanganku. Ya Tuhan, dia melihatku dengan penuh kasih sayang, dengan sepasang matanya yang berwarna coklat, aku merasakan dirinya gemetar sewaktu kuangkat dagunya dan terlukis pada wajahnya suatu keterangsangan tersembunyi, dan sedikit bingung dengan apa yang akan kulakukan terhadap dirinya.”Ooohh..Sayang, apakah Mama membuat Penismu jadi tegang?” aku bertanya kepadanya dengan suara agak berbisik dan terdengar agak serak.</p>
<p>Dia mengangguk dengan sangat kaku dan menatap kearah wajahku, sebelum dia mengatakan,” i..i..iiya Mmma..am..” suaranya terdengar pelan dan gemetar, sampai dengan saat ini dia masih mengingat sopan santun terhadap diriku sebagai Ibu Kandungnya.</p>
<p>Aku mulai berlutut di depannya, dan aku bisa merasakan air liurku sudah mulai mengalir membasahi bibirku, jantungku berdegup dengan kencang dan aku merasakan gemuruh pada telingaku saat aku menyandarkannya di wajah anak ku yang kekanak-kanakan dan menurut ku dia tetap menjadi bayiku selamanya. Aku sandarkan kepalaku pada wajahnya sambil berbisik,” Santai aja ya sayang, Mama akan buat kamu merasa menjadi lebih nyaman.” Aku berbisik kepadanya dengan jarak hanya beberapa inci antara bibirku dengan bibirnya.</p>
<p>Aku tidak memberikan dia kesempatan kepadanya untuk menjawab apapun, aku langsung mencium bibirnya, dan itu bukan merupakan suatu ciuman seoarang Ibu, dan juga ciuman seorang anak. Itu adalah suatu ciuman bercinta. Aku julurkan lidahku dari mulut dan melesatkannya kedalam mulutnya, perlahan aku putar lidahku mengelilingi di setiap inci mulutnya, lidahku bagaikan berdansa di dalam mulutnya dengan godaan-godaan yang menggiurkan dan menjilat lidahnya. Oh Tuhan, mulutnya terasa sangat enak lidahnya begitu lembut menerima sapuan-sapuan liar dari lidahku, dan ciuman liarku itu membuatku merasa tidak bisa menahan libido ku yang semakin terbakar gairah telarang, aku merasakan rangsangan yang teramat sangat, klitorisku sudah mulai berdenyut-denyut dan vaginaku sudah sangat basah, dan aku sudah mulai tersakiti oleh siksaan-siksaan rangsangan birahi dari anak kandung ku sendiri. Puting susuku semakin mengeras, dan sudah sangat siap untuk di gunakan, yang mungkin akan dipergunakan dengan dihisap – hisap oleh anakku. Dalam kesempatan ini, selagi aku mengulum lidahnya dan menjilat lidahnya, aku turunkan tanganku dan bergerak masuk ke dalam kaos anakku lalu aku mulai membuka kaos yang dia pakai.</p>
<p>Anak ku merespon dengan baik, setiap bahasa tubuh yang aku berikan kepadanya, aku menginstruksikan dengan penuh ketenangan, aku sentuh tangannya dengan perlahan dan membimbing lengannya untuk meraba payudaraku, dengan respon yang baik dia mulai meraba belahan dadaku dan juga jarinya mulai menyentuh putting susuku. Aku kembali merasakan sentuhan tangan laki laki pada kulit ku, payudaraku yang terlihat secara nyata, dan dia mulai menelusuri kehalusan dari kulit payudarakuku setiap incinya dengan menggunakan jari-jarinya.</p>
<p>Setelah aku berhasil melepas bajunya aku mulai menciumi sepanjang leher dan tulang kerah dekat pangkal lehernya. Sambil aku mendengarkan nafasnya yang terengah – engah dan sangat cepat karena rangsangan birahi yang memang belum pernah dia rasakan, dan perlahan aku mulai mencoba untuk menyentuh bagaian sensitive pada tubuh anaku, yang membuat bibirnya semakin gemetar disambung dengan kibasan lidahku di bibir anak ku. Bahkan aku semakin berlutut dan mulai mencium, menjilat dan mengendus dada Anak ku yang bidang , dan sesekali aku menjilat putingnya dan kadang menghisap dengan gigit-gigitan kecil. Dimana tanganku terus bergerak meraba tubuhnya, membuat dirinya mabuk kepayang karena rabaan tanganku, dan akhirnya sampailah tanganku di bawah, dan perlahan lahan aku masukan tangan ku ke dalam celananya dan aku mulai merasakan denyutan penis anak ku, kuraih penis anak ku yang sudah mengeras itu, “ Ya Tuhan, Sayang&#8230;Penis kamu besar sekali “, aku mengatakan di depan muka anak ku, dan wajahnya pun memerah sangat malu, perlahan aku mulai menggenggam dan mulai mengocok penisnya dengan pelan di dalam celananya, sambil ku genggam penisnya aku perhatikan ekspresinya dan kukatakan, “ Ini biar Mama yang urus, kamu duduk saja dengan tenang ya sayang, nikmatin aja!!” Aku katakan hal tersebut pada anak ku sambil mengedipkan salah satu mataku, dengan pandangan yang penuh dengan gairah dan keinginan untuk mencapai suatu persetubuhan sedarah yang sangat nikmat.</p>
<p>“iii..yaaaa Mam, silahkan..”,dengan tergagap-gagap dia menjawab pertanyaanku, aku melihat reaksinya menggigit bibirnya dan pinggulnya agak sedikit mengangkat menahan kenikmatan kocokan tanganku yang teratur naik dan turun sangat perlahan pada batang penisnya yang semakin mengeras dan mulai mengeluarkan cairan bening dari ujung penisnya, yang membuat penisnya terasa semakin runcing dan mengkilat dalam genggaman jar-jari ku.</p>
<p>Aku genggam karet celana yang sudah mulia basah oleh keringat dan masih terlingkar di pinggangnya, dan anak ku mengangkat pinggulnya dari bangku yang dia duduki sekarang, lalu kuturunkan celananya sampai pada pergelangan kaki. Maka terlihatlah secara langsung di depan mataku, pemandangan indah sebatang penis yang besar dan keras serta urat – urat pada penis yang terlihat semakin dan tambah berdenyut. Kepala penisnya yang besar dan kemerahan mulai meneteskan cairan bening pelumas yang semakin melicinkan kocokanku sambil aku tetap memperhatikan dengan sekilas kedalam mata anakku, aku langsung mendaratkan ujung lidahku untuk menjilat penisnya mulai dari buah zakarnya, bantangnya, sampai kepada ujung kepala penisnya agar aku dapat merasakan cairan bening yang terasa agak asin berbau sangat khas dan sedikit kental yang keluar sedikit sedikit dari kepala penisnya. Lalu aku mulai menjilat lagi dengan ujung lidahku kearah buah zakarnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku jilat satu demi satu buah zakarnya, aku hisap satu persatu dengan jilatan-jilatan nakal yang mengeliling buah zakarnya, dan akhirnya aku lahap kedua buah zakarnya dengan mulutku yang memang sudah sangat lapar akan hasrat untuk bercinta, aku hisap kedua zakarnya sekuat dan seliar yang aku bisa.</p>
<p>Aku menyadari bahwa aku sudah melewati ambang batas, batas moral antara Ibu dan Anak, dan aku tidak mungkin kembali atau menghentikan kejadian yang sedang terjadi sekarang, nasi sudah menjadi bubur, kami sudah terbawa dan terperosok ke dalam hasrat birahi sedarah antara Ibu dan anak, dan aku juga tidak peduli apapun, yang pasti hasrat birahi yang sudah terangsang ini harus terpuaskan. Aku sangat menginginkan anaku dalam setiap keadaan, bagaikan seorang wanita yang menginginkan seorang pria yang jauh lebih muda dan lebih bertenaga dari padanya, tapi yang ada adalah sebuah keserakahan dari hasrat nafsu bersetubuh yang sangat menggebu gebu dalam diriku. Aku mau memuaskan anaku dan juga menyayanginya. Bukan hanya sebagai seorang Ibu, tapi aku juga mau dicintainya bagaikan seorang pacar atau Istri. Jadi bukan sebuah kejutan lagi untuk ku, waktu aku bersedia memasukan salah satu buah zakarnya kedalam mulutku dan menjilat batang penisnya yang panjang dan keras sampai dengan menjilati kepala Penis anak ku yang kemerahan, dan dengan perlahan mengocok penisnya sedalam mungkin kedalam kerongkongan melalui mulutku dengan jilatan jilatan halus pada kepala penisnya yang ada di dalam mulutku sehingga sapuan lidahku yang hangat dapat dengan bebas menjilati saluran kencing di ujung penisnya, yang pada akhirnya aku menghisap kepala penisnya dengan sekuat tenaga ku, dengan erangan-erangan yang membuat anakku makin terangsang dan juga menyodokan penisnya dalam-dalam sampai terasa tenggorokanku seperti tersodok-sodok.</p>
<p>“Oohh&#8230;Maam..iisssep&#8230;yang&#8230;kuu&#8230;”, aku mulai mendengar suara yang terucap dari mulut anak ku, mesikipun dia tidak menyelesaikan kata-katanya itu, mungkin dia agak segan kepadaku untuk menyapaikan maksudnya itu, tapi aku dapat mengerti dari bahasa tubunya, yang menegang kuat dan bergoyang seirama dengan kocokan mulutku kepada batang penisnya, aku sangat mengerti bahwa dia sedang menikmati nikmatnya sensasi menyodokan penisnya dengan kasar yang keras dan besar itu kedalam mulut sampai mentok ketenggorakan ibu kandungnya sendiri, yang mungkin tidak pernah dia rasakan sebelumnya atau mungkin anak lainpun tidak seberuntung dia.</p>
<p>Aku mengizinkan anak ku untuk menekan dengan keras sewaktu penisnya berada di dalam kerongonganku, sehingga aku terasa ingin muntah dan langsung melepaskannya ketika aku hisap penisnya dengan kuat, sehingga menimbulkan bunyi, “..plop..”, ketika dia menarik penisnya keluar dari mulutku dan kami ulangi hal tersebut bekali kali, sehingga air liurku keluar sangat banyak dan bececeran di penis dan di lantai, sampai air liurku membentuk seperti seutas benang yang terhubung antara penisnya dengan bibirku. Kadang aku merasa sakit di tenggorakanku ketika dia menghentakan penisnya yang besar, sehingga membuatku ingin memuntahkan seluruh isi perutku, tapi aku menyukai kekasaran itu, karena memang sensasinya sangat berbeda, antara menghisap penis anak kandung dengan menghisap penis pria lain. Terdengar ocehan yang keluar darimulutnya tapi tidak terselesaikan, “ Gpp sayang, kamu bisa berbicara apa saja kepada Mama, keluarkan semua kata2 kotormu yang ada di dalam pikiranmu, aku akan sangat menyukainya.”, aku katakan hal ini sebelum aku memulai untuk sekali lagi melahap seluruh penisnya dengan kedalam mulutku, sekali lagi kepalaku terayun ayun keatas dan kebawah seirama semangat nafsu birahi anak ku yang sedang terbakar hebat dengan tusukan dan hentakan penisnya ke dalam mulutku, suara dari hisapan mulutku pada penisnya bergema sangat indah di kedua kuping kami, tapi aku sangat sulit untuk menceritakan suara terengah – engah dan erangan dari anak ku, karena aku yakin kalian pasti sudah bisa membayangkanya.</p>
<p>“Oohh&#8230;Fuck&#8230;itu rasanya enak banget Mam.” Akhirnya keluar juga kata2 seperti itu dari dalam mulutnya, sambil mengerang dan terengah – engah, dan makin membuatku menggila dan semakin liar, dan aku bisa merasakan pinggulnya naik dan turun seiring dengan naik turunnya kepalaku dan hisapan demi hisapan yang aku lakukan, perlahan lahan aku mencoba untuk menurunkan tempo hisapan ku agar dia bisa dengan leluasa melakukan sodokan-sodokan satu demi satu secara perlahan ke dalam mulutku yang aku biarkan terbuka.</p>
<p>Penis anak ku adalah penis terbaik yang pernah aku rasakan di dalam hidupku, lembut tapi terasa sangat tebal di lidah, dengan aroma wewangian anak anak yang beranjak puber, bagaikan rusa betina yang mencari aroma sang jantan, tercium aroma kejantanannya yang merasuk menyengat ke dalam hidungku dengan aroma yang sangat memabukan. Aku biarkan satu tanganku untuk menolong memberikan kocokan dan hisapan keibuan pada penis anakku, kuhisap kepala penisnya bersamaan dengan kocokan tanganku pada batangnya, mengocok batang penisnya naik turun secara teratur dan perlahan dengan tempo yang sama dengan hisapan mulutku pada kepala penisnya yang sudah basah berlumur oleh ludahku, dimana tanganku yang satu lagi mulai menggapai bagian tubuhku yang lain yang berada diantara kedua belah pahaku dan mulai meraba ,mengaduk Vaginaku dan menggosok klitoris ku yang sudah merengek rengek untuk sesuatu yang lebih dasyat, klitorisku bagaikan suatu tombol yang sangat sensitif dari semua bagian tubuhku. Sambil mulutku mengulum penis anak ku, aku dapat mendengar serangan-erangan yang keluar dari mulutku sendiri diatara besarnya sumpalan kepala penis anak ku, akibat gesekan-gesekan klitoris yang aku lakukan sendiri, hisapan yang kulakukan pada penis anak ku kadang terputus oleh erangan dan desahan yang keluar dari mulutku itu, walaupun begitu suara2 tersebut bergema di telinga anakku dan membuatnya semakin terangsang dengan debaran jantung didadanya yang bidang itu.</p>
<p>Sudah lebih dari sepuluh menit aku berlutut dan bergumul dengan Penis anak ku sendiri, menghisap penis anak lakiku tersayang, dan akhirnya aku mulai memutuskan bahwa diriku ingin yang lebih dari sekedar mengihisap dan menghisap, aku pikir aku tidak perlu mengkoreksi tindakan yang telah kami lakukan sepanjang waktu ini, pokoknya aku ingin lebih dari ini. Perlahan dan semakin pelan tempo hisapan ku terhadap penisnya, dan aku berhenti menhisap penisnya dan menarik mulutku dari kepala penisnnya. “ Apakah kamu mau menyetubuhi Mama-mu, Sayang?Apakah kamu mau memasukan penismu yang keras dan besar ini kedalam Vagina Mama yang sudah Basah?” Aku menayakan dengan suara yang agak serak, dan pelan kepada anak ku, dengan keadaan tanganku yang tetap mengocok pelan batang penis anak ku yang masih dibasahi oleh air liur ku, sambil menatap matanya dimana mataku sudah terbakar oleh hasrat gairah nafsu yang sudah lama aku bendung dan sudah lama sekali aku tidak merasakannya.</p>
<p>Dia menganggukan kepalanya dengan cepat untuk merespon pertanyaanku, dan dia mengatakan dengan lembut kepadaku, “ Iya Mam, aku mau menyetubuhi Mama dengan sangat hebat.” Oh Tuhan, mendengar perkataannya seperti itu darahku seperti mendidih dan membuat lutuku gemetar, serta wajahnya yang menimbulkan kesan keperkasaan membuatku hampir orgasme pada saat itu juga, tapi dapat kutahan sehingga cairan bening vaginaku semakin membasahi selakanganku.</p>
<p>Akhirnya aku membuka semua kimonoku yang masih tergantung di bahuku dan melemparkannya ke lantai, dan aku bergerak untuk berdiri tepat di sebelah meja. Aku rasakan udara yang dingin membelai kulitku sering dengan posisi badanku yang kurebahkan diatas meja, payudaraku terasa dingin ketika bersentuhan dengan meja, kubuka selebar lebarnya kaki ku sehingga bisa terlihat dengan jelas dari belakang lubang anus dan lubang vaginaku, dan aku dapat merasakan kebasahan dari vaginaku yang cairannya mulai mengalir dari bibir vagina ke selangkangan sampai pahaku bagian dalam. “ Ayo sayang, setubuhi aku, masukan penismu ke lubang Mama!!” Aku merengek kepada anak ku dengan rintihan – rintihan genit sambil sedikit menunggingkan pantat ku yang bulat dan montok ke udara agar vaginaku semakin merekah, dan aku siap menunggu hujaman penis anak ku, aku tidak perlu memohon atau mengemis kepada anak ku agar dia datang dan memasukan penisnya kedalam liang kenikmatan Ibu kandungnya yang sudah sedari tadi basah.</p>
<p>Aku menoleh kebelakang dan melihat anak ku bangkit berdiri dari kursinya dan terlihat jelas penis besarnya ter ayun – ayun karena pergerakan tubuh anak ku. Lalu aku bisa merasakan anak laki ku berada di belakang tubuhku dan mulai meraih kedua buah pantatku dengan kedua tangannya dan mulai membuka kondisi vaginaku yang memang sudah terbuka lebar dan jadinya semakin lebar untuk mengetahui liang kenikmatan itu, dengan erat dia mencengkram kedua bongkahan pantatku, dan aku meraih penisnya yang berada diatara selangkangan ku yang sudah sangat becek dan basah untuk menuntun penisnya memasuki Liang vagina ku yang sudah meneteskan cairan cairan bening.</p>
<p>Dengan keadaan bokongku yang sudah terbuka lebar, akhirnya aku bisa merasakan secara langsung ujung dari kepala Penis anak ku sudah menyentuh bibir Vagina ku dan perlahan kepala Penisnya yang besar mulai memasuki liang Vagina ku, aku mulai melakukan dorongan kebelakang sebagaimana juga dia anak ku melakukan dorongan kedepan, akhirnya penisnya membelesak menerobos masuk kedalam Liang Vaginaku dan mengisi penuh setiap ruang yang ada di dalam vagina ku, meskipun aku masih bisa merasakan beberapa inci batangnya yang belum masuk semua ke dalam Vagina ku. Dengan sekali sentakan kebelakang yang aku lakukan maka masuklah semua penisnya kedalam Vaginaku, penis ayahnya pun tidak sebesar yang dia miliki, dan rintihan kenikmatan mulai keluar dari mulutku sebagaimana anak ku juga memulai dengan perlahan untuk menggoyangakan pinggulnya untuk menyetubuhi diriku dengan lembut, dan aku juga membalas dorongannya dengan dorongan, agar memberikan rasa nikmat kepadanya, sebagaimana yang dilakukan semua pasangan secara manusiawi.</p>
<p>“Oh&#8230;shit sayang, Mama merasa sangat nyaman dengan penismu berada di dalam Mama”, aku katakana itu dengan rintihian kenikmatan yang kau rasakan ketika Pantat ku bersentuhan dengan selakangannya yang memposisikan penisnya sedang dalam keadaan penuh di dalam Vagina ku, “ Ayo sayang, berikan Mama hentakan yang lebih keras lagi.” Hampir saja aku mengemis kepadanya. Oh Tuhan, aku hanya ingin suatu persetubuhan yang sangat memuaskan, yang pastinya keinginan itu tidak bisa aku tahan.</p>
<p>Aku merasa berada dalam suatu kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, saat Anak ku menggenggam erat pinggulku dengan kedua tangannya dan memulai untuk menghantamkan batang kenikmatan besarnya yang indah itu kedalam liang kenikmatan ku yang sudah sangat basah dan meneteskan cairan-cairan kewanitaan. Aku bisa mendengarkan suara-suara halus dari tabrakan antara selangkangan Anak ku dengan bokong ku, ditambah lagi dengan suara gemericik yang mengairahkan dari vagina ku yang basah, dan suara dari lenguhan anak ku yang keluar dari mulutnya ketika dia melakukan hujaman ke vaginaku dengan Monster penisnya. Dengan gaya semi doggy ini, dengan meja sebagai tumpuan ku, maka aku bisa merasakan sensasi dari tepukan demi tepukan buah zakar anak ku yang berbulu halus di bagian klitorisku dan membuat ku seperti lupa ingatan sesaat terbang ke nirwana. Kenikmatan yang kurasakan ini membuatku mulai mengeluarkan suara rintihan – rintihan keras, dan lupa diri bahwa aku adalah ibu kandung dari anaku, aku seperti menuju kepada suatu tempat yang sangat liar sebagaimana aku pergi kepada suatu bintang yang terlihat sangat jauh dari mataku, dan suatu gairah mulai terbakar dalam naluriku yang sedikit demi sedikit mulai terbangun untuk suatu tujuan yaitu kenikmatan dari suatu kepuasan orgasme yang dimainkan secara keras.</p>
<p>Sudah setengah jam kami bergumul, dia masih tetap menyetubuhi ku dengan posisi yang sama, membungkuk dengan meja sebagai penopangku, sementara aku berusaha dengan sekuat tenaga yang tersisa menahan klimaks yang sudah mulai merongrong ku menuju orgasme, aku berusaha menahan itu untuk memperpanjang situasi persetubuhan sedarah ini sampai dengan saat-saat aku tidak bisa menahannya lagi. Aku bertahan dengan mengencangkan otot otot vaginaku agar aku tidak orgasme pada saat itu, karena aku mau suatu persetubuhan yang sangat panjang, hal ini malah membuat anakku tambah liar dengan sodokan nya, karena sodokannya yang sangat liar aku bisa merasakan vaginaku seperti sebuah bendungan yang sudah mulai banjir dan siap meluapkan semua cairan kenikmatan seorang wanita, tubuhku bergetar sangat hebat bagaikan diterpa oleh gelombang yang sangat keras, belum, aku belum orgasme, aku hanya menahan orgasme ini, yang membuat aku semakin meracau liar untuk menuju puncak kenikmatan dari sebuah persetubuhan sedarah antara Ibu dan anak lakinya.</p>
<p>“Oh Tuhan, Sayaaaang&#8230;.Mama keluar, Naaak&#8230;aaakhhh&#8230;”, aku berteriak, akhirnya aku mengalami orgasme tidak lama setelah aku bertahan untuk menahan orgasme itu, aku terengah – engah merasakan oragasme ini, aku merintih keenakan sambil minggit bibir ku sendiri, saat Vagina ku mulai bergetar dengan hebatnya, berpacu dengan nikmatnya siksaan gairah persetubuhan terlarang yang memaksa ku untuk orgasme, klimaks yang sangat manis mencengkram naluriku dengan sangat kuat, dan cairan kewanitaan yang bening seperti madu keluar dari vaginaku dengan tersembur kepada penis anakku yang sedang keluar masuk di dalam Vaginaku, semakin memperlancar perjalanan batang penis anakku untuk keluar masuk Vaginaku dengan kasar dan liar, cairan lengket tetapi sangat licin yang ikut melumasi pergesekan sedarah ini, oragsme ini membuat ku mencengkram erat pinggiran meja, dan membuatku seperti terdongak keatas sambil menerima sodokan-sodakan anakku yang membuat payudaraku bergoyang dengan hebatnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat aku merasakan nikmatnya orgasme, anakku tetap melakukan penetrasi penetrasi keras kepada liang Vaginaku, dan aku menghentikan penetrasi tersebut, “ Sebentar sayang, kita lakukan dengan posisi yang berbeda, biarkan mama membalik Badan mama.” Anak ku mencabut penisnya dari Vaginaku, dan aku bangkit dan memutar tubuhku, lalu duduk diatas meja dan mengangkat serta melebarkan kaki ku selabar lebarnya untuknya, agar dia bisa dengan jelas melihat vaginaku sama seperti gaya pada waktu malam itu dia melihatku sedang bermasturbasi di kamarku. Dengan posisi dan gaya seperti ini, aku dapat melihat mimik wajahnya dengan sempurna, wajah anak lelaki ku yang tampan masih kekanak kanakan yang mengucurkan keringat, dan tatapan matanya yang sangat bergairah terbakar oleh nafsu seksual yang sangat tinggi.</p>
<p>Sekali lagi aku raih Penisnya yang basah dan lengket karena cairan oragasme ku dengan genggaman tangan ku, untuk menuntunnya kembali masuk kedalam liang vaginaku yang hangat. Dengan sekali dorongan pinggulnya, penisnya masuk kembali kedalam vaginaku, dan kembali membawa perasaan kasih sayangku sebagai seorang ibu kandungnya kedalam suatu sensasi yang menakjubkan, dan sekali lagi persetubuhan sedarah itu dimulai yang mungkin merupakan wujud bahwa memang kiamat sudah dekat. Aku bisa mendengar bunyi dari meja yang aku khawatirkan patah, seiring dengan ayunan pinggul anakku yang terangkat seperti didongkrak dan meluncur menghantamkan penisnya kedalam Vaginaku. “ Ya, seperti itu sayang, setubuhi Mama sesukamu, lebih keras lagi sayang,&#8230;.aaakhhh&#8230;buat mama ketagihan akan penis mu!!” Aku mengerang sambil meracau seperti pelacur, dan aku melingkarkan kedua kaki ku di pinggangnya mengunci pinggangnya dengan jepitan paha ku yang halus, aku tidak mau dia mencabut penisnya dari ku atau seperti aku tidak mau kehilangan dia. Hujaman demi hujaman penisnya yang mengantam vaginaku masuk semakin dalam dan sampai menerobos kedalam rahimku.</p>
<p>Ya Tuhan, ternyata dia tau betul bagaimana caranya bercinta, sehingga aku tidak perlu menunggu lama untuk merasakan seluruh penisnya masuk dan meluncur di sepanjang titik rangsangku. Sementara itu aku merasakan gelombang pasang surut klimax mulai menerpa ku kembali, kali ini aku harus bisa menahanya, aku menatap wajah anakku yang ternyata mungkin tidak lama lagi akan orgasme, aku rasakan penisnya mulai berdenyut kuat di dalam vaginaku yang siap untuk menyemprotkan cairan putih pekatnya.</p>
<p>Secepatnya aku tegakan badanku dan aku peluk Anakku sedekat dan serat mungkin dengan melingkarkan tanganku dilehernya dan kakiku melingkar erat di pinggangnya, seiring dia tetap melakukan penetrasi penetrasi liarnya terhadap diriku kedalam vaginaku tanpa mengenal rasa ampun. “Aaaaakkkhhhhh&#8230;.Mmmmmpphhhh&#8230;..Ya Tuhan, Mama Keluar lagi sayang&#8230;ssshhhhh Ooohhh&#8230;!!!”, aku hampir berteriak di kuping anak ku seiring dengan orgasme ku untuk yang kedua kalinya, kali itu aku sungguh-sungguh kehilangan kontrol dan terlihat sangat liar, aku meng-eratkan lingkaran lengan dan pahaku pada tubuh anak ku sampai pantatku sedikit terangkat dari meja, yang semakin memudahkan hujaman-hujaman penisnya menerobos masuk sampai ke rahimku.</p>
<p>“ Ah Sial, aku juga mau keluar Mam”, belum selesai aku oragasme tiba-tiba anakku melenguh dan berkata seperti itu, sambil mencengkram bahuku, tetapi dia tidak mengeluarkan penisnya dari dalam vaginaku, dia terus menyodok vaginaku lebih dalam dan semakin dalam.</p>
<p>“ Keluarin sayang, keluarin aja jangan ditahan, keluarin aja di dalam !!” Aku instruksikan hal tersebut kepada anakku, yang memang situasi itu sudah tidak mungkin lagi untuk ditahan atau ditunda. “ semprotkan semua sperma mu kedalam Vagina Mama, Sayang!!!” Aku menyerukan kalimat itu kepada anak ku seiring dengan oragasme keduaku yang masih berlangsung panjang, yang membuatku lupa untuk berteriak puas karenanya, dan cairan kewanitaan ku mulai membanjiri dan menyembur bersamaan dengan kepuasan klimaks yang sedang dialami oleh anakku.</p>
<p>Aku bisa merasakan dua sampai tiga kali sodokan keras dan dalam sampai terasa ke dalam rahimku, waktu anak ku mengalami orgasme. Saat sodokan itu juga aku merasakan penis anakku mengembang besar di dalam Vaginaku lalu aku merasakan sesuatu yang hangat yang ternyata dia mulai menyeprotkan cairan kejantanannya yang kental dan pekat secara bertubi &#8211; tubi kedalam rahim ku, rahim dimana dia dulu dibuat, dan rahim dimana dulu dia tinggal selama 9 bulan dikandunganku, dan sekarang dia telah menumpahkan semua benihnya kepada indung telurku, dia telah membuahi ibunya sendiri, dan aku pasrah menerima benihnya untuk jatuh dan membuahi indung telurku. Pompaan demi pompaan penisnya mengeluarkan sperma pekat, dan sekarang sperma itu telah bergabung dan tercampur dengan cairan kewanitaanku, dan terikat menjadi satu oleh karena persetubuhan sedarah yang kami lakukan.</p>
<p>Setelah kami mencapai klimaks dari suatu orgasme secara bersamaan, aku langsung membaringakan tubuhku diatas meja dengan kakiku yang tergantung ke bawah, payudaraku terlihat dengan jelas dan tubuhku seperti mengkilat terbasahi oleh keringat. Anak ku mencabut penisnya dari vagina ku, dan aku merasakan Cairan kami berdua keluar mengalir dari liang Vaginaku menyusuri pahaku bagian dalam sampai kebetis dan akhirnya jatuh menetes ke lantai. Cairan putih sperma yang tadinya sangat kental telah berubah agak encer karena telah bercampur dengan cairan kewanitaanku. Lalu anak ku membaringkan badannya diatas tubuku, dengan kepalanya yang bersandar diatara kedua payudaraku yang besar, padat dan empuk. Tenaga kami benar – benar seperti terkuras, tapi kami merasa sangat senang dan puas. Lalu dia melihat kearah wajaku dan menatapku dengan tatapan mata yang dipenuhi dengan air mata, dan aku tidak akan pernah melupakan perkataannya kepadaku pada saat itu, “ Aku sayang sama Mama”, sepanjang hidupku aku akan terus mengingat kata-kata itu. Aku mengerti, apa yang dia katakan tadi bukan hanya saja dia menyayangiku sebagai seorang ibu, tapi maknanya jauh lebih luas, sebagai istri, teman, pacar dan segalanya. Yang pastinya menjadi seseorang yang terindah di dalam hidupnya. Begitu pula sebaliknya dengan diriku kepadanya.</p>
<p>“Mama juga sayang kamu”, aku membalas perkataannya dengan naluri keibuan yang pasti berbeda dengan wanita yang lain, kutarik tubuhnya sedikit keatas lebih dekat ke wajahku. Sepertinya kasih sayang kami berdua lebih dari kasih sayang antara ibu dan anak, seiring dengan penisnya yang berangsur-angsur mengecil dan buah zakarnya merapat pada vagina ku.</p>
<p>Atas kejadian itu, aku baru menyadari bahwa kami sempat kehilangan suatu kasih sayang yang tersembunyi, suatu hasrat yang terpendam selama ini, dan akhirnya kami bisa menemukan inti dari kasih sayang itu. Tetapi keadaan aslinya dari dunia ini jauh berbeda dengan keadaan kami sekarang, dibatasi oleh Moral, semua berjalan dengan tidak adil dan kejam tentang hubungan kami.<br />
<!--more--><br />
Untuk sekarang, aku akan menutup cerita ini rapat-rapat. Tapi memang banyak kejadian dan petualangan persetubuhan atau percintaan sedarah kami yang belum aku ceritakan lagi semenjak kejadian pagi itu dan setelah kejadian ini, petualangan cinta terlarang antara aku dan Anak laki ku. Mudah-mudahan, atau mungkin, dikemudian hari aku akan menceritakan kisah kami kembali. Mungkin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/960/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=960&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-2-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksebisionis &amp; Incest : (PART 1) Aku Sadar Dijadikan Obyek Onani Oleh Anakku</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-1-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-1-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 18:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita import]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Dalam cerita ini saya menamakan diri saya, “Heather”. Ini bukan nama saya yang asli, untuk suatu alasan yang saya pikir paling baik untuk cerita ini dan tidak perlu kita pikirkan apa alasannya. Tapi jika memang anda memikirkan alasanku untuk merubah Nama, saya yakin anda tau apa alsannya. Aku adalah seorang janda yang berumur 35 tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=952&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam cerita ini saya menamakan diri saya, “Heather”. Ini bukan nama saya yang asli, untuk suatu alasan yang saya pikir paling baik untuk cerita ini dan tidak perlu kita pikirkan apa alasannya. Tapi jika memang anda memikirkan alasanku untuk merubah Nama, saya yakin anda tau apa alsannya.</p>
<p><span id="more-952"></span></p>
<p>Aku adalah seorang janda yang berumur 35 tahun dan menjadi orang tua tunggal bagi anak ku. Tinggiku sekitar 165 cm dengan berat badan kurang lebih 57 – 60 kg. Aku tau, kebanyakan wanita tidak berani mengatakan tentang berat badan mereka, tapi saya punya kelebihan dan keberanian untuk mengatakan keadaan tubuhku sekarang karena aku tidak dikenal, sebenarnya tidak ada yang berbeda dalam cerita ini.</p>
<p>Ukuran cup payudaraku 36 D, ukuran pinggangku cukup prorsional, dan ukuran celana jeans 34 mengikuti ukurang pinggulku, dan ukuran pantatku dimana sekarang umurku menginjak 35 tahun maka pantatku sedang bahenol – bahenolnya, dan aku miliki kelebihan ini sejak umurku 20 tahun. Tapi aku menganjurkan bahwa ukuran pantatku ini jangan dijadikan sebagai barometer atau patokan untuk menilai perempuan, Tuhan tau yang terbaik untuk itu, dan Tuhan memberikan anugerah ini kepada aku, yaitu pantatku yang sekarang ini, itu yang membuat almarhum suamiku tertarik kepadaku, dan dia sangat senang dengan keberadaan pantatku yang seperti itu.</p>
<p>Aku lanjutkan ceritaku, sekitar 5 tahun yang lalu, aku kehilangan suamiku karena penyakit kangker. Dia berjuang sekuat tenaga melawan maut untuk sembuh dari penyakitnya, tapi akhirnya sekarang dia sudah beristirahat dengan damai, itu adalah suatu kenyataan yang sulit aku terima, bukan saja aku, tapi juga anak laki-laki ku yang berumur 10 tahun pada saat itu. Kami berdua sangat kehilangan seorang Suami-Ayah yang baik, dan untuk waktu yang lama aku terus berpikir dan mengkhayal jika suatu waktu dunia bisa membawa kami bertiga di dalam kegembiraan dan kesukaan yang pernah kami alami bersama.</p>
<p>Sebagai konsekwensi dari kematian suami ku, anak laki ku, yang tidak akan kusebutkan namanya disini, tanpa kusadari seiring dengan berjalannya waktu dia sudah bertambah besar dan dewasa dengan cepat. Dia tetap menjadi anak laki2 remaja yang serius, tapi diusianya yang masih remaja ini dia tetap melakukan berbagai macam pekerjaan rumah seperti memangkas rumput di halaman rumah kami dan semua pekerjaan kecil yang mudah ataupun pekerjaan yang berat. Memang menurun dari sifat ayahnya, berdedikasi, penyayang dan memberi tanpa pamrih. Tidak ada pekerjaan rumah yang bisa saya minta darinya untuk saya kerjakan sebelum dia mencoba untuk mengerjakannya sendiri dan bisa diselesaikan dengan baik, walaupun pekerjaan itu diluar kemampuannya. Dia tetap berusaha dengan baik.</p>
<p>Di tahun pertama tanpa suami dan ayah diatara kami, pada malam hari aku selalu menangis, dan itulah sebabnya anak ku kehilangan masa2 riangnya, tetapi dia selalu datang kepadaku saat malam hari aku menangis dan melingkarkan tanganya di pundak ku, dan mengatakan,” Sudah Mam, Sudah”. Dia mencoba membuatku lebih nyaman, dan aku merasa seperti berbunga bunga dibuatnya ketika dia menyeka air mataku, ketika setiap malam perasaan ku hancur diterjang badai, aku akan terus sayang dan setia kepada anaku ini sepanjang hidupku. Dan pasti anda akan menduga, bahwa sepanjang hidupku aku pasti akan terus membutukan dan bergantung kepada anak laki ku. Hari ke hari, minggu ke minggu dan tahun ke tahun, Dian menjadi seperti Batu karang yang sangat kokoh, itu yang mungkin bisa kugambarkan tentang kepribadian anakku yang cukup tegar dalam mengarungi hidup ini, dan dia juga menjadi alasan utamaku untuk tetap hidup dan bertahan sampai saat ini, dan aku akan melakukan apapun untuknya.</p>
<p>Satu bulan setelah ulang tahunnya yang ke – 14 aku mulai memperhatikan dia, bahwa anak laki ku ini sudah mulai berubah. Dia bertumbuh semakin tinggi, terlihat semakin segar, dan ketampanan yang tetap melekat pada wajahnya, dan disuatu malam saya mulai menyadari bahwa dia lebih dari seorang anak laki – laki yang mulai bertumbuh dewasa dan itu memang benar saya akui, segala ketegaran dan ketabahannya yang hadir di dalam hidupku, juga memberikan dampak pada diriku.</p>
<p>Seperti yang anda ketahui, suatu malam aku mengalami kesepian yang teramat sangat. Dimana sudah terlalu larut malam, dan aku mengetahui bahwa anak ku juga sudah tidur. Jadi aku menenggak beberapa gelas anggur merah (red wine) untuk melonggarkan ketegangan dari kesepian yang ada pada diriku, lau aku kembali kekamar untuk kembali menghadapi kesepianku. Aku membuat suatu kegiatan pribadi untuk menghabiskan rasa kesepianku, mengganti pakaian ku dengan gaun tidur satin berwarna hitam yang bisa diterawang oleh mata, tembus padang yang bisa memerkan lekuk tubuhku, dengan celana dalam sexy yang terbingkai diantara selangkanganku yang bulu – bulu halusnya selalu tertata rapih. Aku juga tidak mengerti kenapa aku selalu sangat bangga untuk menjaga bagian vital kewanitaan tetap ditumbuhi bulu, mungkin hal tersebut adalah suatu fakta yang menjadikan aku tetap merasa sebagai wanita yang selalu tampil cantik. Aku tetap menjaga bulu2 pirangku, dan kadang kadang juga memakaikan formula khusus pada buluku ini. Aku ingin selalu tampil sexy, menggairahkan, dan selalu diinginkan. Aku menduga, mungkin yang menginginkan diriku ya hanya diriku, aku selalu ingin merasakan gairah itu, walaupun hanya sedikit terasa pada diriku, disaat suamiku masih hidup, dan sebelum dia sakit.</p>
<p>Setelah saya bercermin dan melihat diriku sendiri, aku membelai tubuhku dan merasakan suatu sensasi dari gaun tidur ku yang sexy, yang membelai kulitku, lalu aku manggapai laci lemariku yang paling atas dan mengambil dildo getar/vibrator (alat bantu massturbasi) kepercayaanku. Hal yang menyedihkan adalah karena aku teringat tentang hubungan suami istri tentang aku dan suami ku beberapa tahun yang lalu, yang memang aku sarankan kepada diriku untuk mengingatnya sebagi bahan masturbasiku, tapi aku tau aku tidak bisa mengigatnya kembali secara penuh untuk mencapai orgasme ku dalam bermasturbasi.</p>
<p>Aku langsung membaringkan tubuhku ke tempat tidur, dan membuka pahaku mengangkang selebar dan senyaman mungkin dan aku mulai memuaskan diriku. Dengan perlahan saat pertama, agar bisa merangsang vagina dan klitorisku yang perlahan semakin menonjol, aku merasakan getaran yang berdesir sangat halus namun terasa sangat kuat merangasang G-spotku yang sangat sensitif, yang secara otomatis membuat diriku menggerakan tubuhku naik dan turun mengikuti intonasi dari getaran2 tersebut, dan aku berharap kepada seluruh dunia bahwa itu adalah Penis yang sesungguhnya, yang mendesak dengan keras dan menggiringku ke dalam godaan, memaksa diriku masuk kedalam persetubuhan memuaskan yang sangat panjang.</p>
<p>Aku tidak tau kapan Anak laki ku terbangun, tapi intinya bukan karena dia terbangun. Intinya adalah, bahwa aku lupa untuk menutup pintu kamar tidurku, mungkin anggur (wine) yang aku minum tadi sebelum tidur telah membuat ku menjadi pelupa, tapi melihat kejadian ini aku menjadi ragu bahwa hal ini hanya kelupaan belaka.</p>
<p>Aku tidak tau sudah berapa lama dia memperhatikan diriku, tapi dari mataku yang setengah tertutup aku dapat melihat bayangannya dari cermin yang ada di kamarku. Matanya menatap sepenuhnya kepada diriku, dan bayangan tatapan mata coklatnya yang dalam memperlihatkan gairah nafsu birahi yang sedang terbakar yang tidak bisa aku temukan pada orang lain, kecuali dari almarhum suamiku yang telah lama meninggal.</p>
<p>Dan intinya juga, aku sedang melakukan penetrasi memasukan Vibrator ke dalam Vaginaku dengan pompaan2 yang sangat liar, merasakan getaran2 erotis dari vibrator itu yang menyentuh ujung dari klitorisku, sambil mendengarkan suara2 yang dikeluarkan dari Vaginaku yang basah dan becek sewaktu aku memompa vaginaku dengan genggaman alat seks yang batangnya aku tancapkan berulang kali sedalam dalamnya kedalam vaginaku. Sementara itu anak laki ku sudah berdiri menyenderkan badannya di bibir pintu sambil memperhatikan dengan sesksama, matanya terpaku pada setiap gerakan kecepatan sodokan yang kubuat dengan sangat bergairah dan menimbulkan suara gemercik dan kilauan basah pada celah vaginaku. Aku juga melihat dia mengocok batang penisnya dengan cepat, tangannya dengan liar mengocok batang penisnya yang keras, besar dan panjang dengan memompanya keatas dan kebawah sambil dia memperhatikanku dengan seksama.</p>
<p>Aku tau, seharusnya aku menghentikan perbuatanku disini, tapi sangat susah sekali untuk menghentikannya karena memang sudah 4 tahun tidak ada lagi yang menunjukan ketertarikan kepada diriku semenjak suamiku meninggal dunia, saya rasa saya mulai merindukan gairah yang pernah diberikan almarhum suami kepadaku.</p>
<p>Jadi, aku melanjutkan aksi masturbasiku dengan dildo yang berbentuk penis terbuat dari karet dan bisa bergetar itu lebih kencang dan lebih cepat lagi intonasinya menancapkan kedalam lubang surga ku, sementara anak lakiku terlihat bermasturbasi untuk ku. Mengetahui bahwa dirinya melihat diriku secara langsung, hal tersebut seperti mengirimkan getaran2 hasrat pada birahiku untuk menggerakan tubuhku yang terbaring terlentang di atas tempat tidur melalui gerakan punggungku naik dan turun secara perlahan mengikuti intonasi gerakan keluar masuknya vibrator ke dalam Vaginaku. Dan aku mulai menyadari bahwa diriku mulai megeluarkan suara rintihan-rintihan dan erangan-erangan yang aku sangat yakin dia pasti mendengarnya,”Ssssshhh&#8230;..ah&#8230;yesss&#8230;.Mmmmpfff. &#8230;aakhhh, enak sekali sayang, masukan semua penismu Sayang&#8230;.akhhh&#8230;.”. Suara rintihan yang memang memaksa untuk keluar dari mulutku, untuk sebuar rasa birahi yang tak mungkin tertahankan. Aku merasakan rangsangan yang sangat hebat pada saat itu. Walaupun aku tau bahwa sebenarnya dengan semua gerarakan, tidakan yang aku lakukan sekarang adalah suatu kesalahan.</p>
<p>Lalu aku merasa seperti ditampar oleh suatu kepuasan birahi yang sangat hebat, dan aku tidak bisa mengingat, kapan terakhir aku mendapatkan klimaks seperti itu dengan bermasturbasi beberapa tahun terakhir ini. Sebuah orgasme dari masturbasi yang membuat saraf pada Vaginaku terasa seperti tersetrum oleh listrik tegangan tinggi dan menggetarkan tubuhku serta membuat ku mengeluarkan cairan kepuasan yang mengalir dari lubang vagina yang berkontrasi sangat hebat dan aku merasakan suatu kepuasan yang luar biasa nikmatnya dalam masturbasi kali ini, suatu sensasi yang sungguh tidak bisa dilukiskan jika masturbasi itu ditonton oleh anak kandungku sendiri, yang juga sedang bermasturbasi karena melihat aksiku. Akupun pun terus merintih selama gelombang gelombag birahi terus berdatangan silih berganti menerpa diriku yang sedang sangat bernafsu,” Oh..ah&#8230;Oh&#8230;yeahhh&#8230;.aakkkkhhh”,” tanpa kusadari aku Orgasme,”Sial, aku oragasme”, aku berkata kepada diriku sendiri, pinggulku terangkat, tersentak sangat liar dari tempat tidur, dan dari Vagina ku mengalirlah suatu cairan hangat berwana bening pekat seperti lahar yang tercurah dari gairah seksualku, dan aku bisa melihat bayangan anak laki ku yang tetap bermasturbasi mengocok batang penisnya dari cermin kaca yang ada di kamarku, dahinya berkerut dengan wajah yang penuh dengan konsentrasi memperhatikan garak geriku dan setiap inci dari tubuh ibu kandungnya ini, yang akhirnya dapat kulihat dengan jelas dengan kedua mataku bahwa dia juga berhasil menggapai sebuah intisari dari kenikmatan bermasturbasi dengan sugguhan nyata, aku melihat dengan jelas Penisnya menyemprotkan dengan hebat cairan berwarna Putih, dengan deras spermanya yang sangat pekat keluar dari ujung kepala penis seorang anak laki laki ku yang lembut dan penyayang, yang dia tumpahkan sangat banyak sehingga tercecer ke lantai. Pemandangan yang kulihat dengan keadaan mata tertutup setengah itu sungguh nyata, dan sangat cukup membuatku kembali terserang oleh gelombang rangsangan gairah orgasme, Vaginaku kembali bergetar sangat liar dan aku mulai merasakan kegilaan gairah orgasme itu sekali lagi, aku pejamkan mataku dan aku mulai mengerang dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya, seiring aku merasakan orgasme untuk yang kedua kali akhirnya orgasme itu berangsur-angsur menurun dari gairah yang sangat tinggi, aku mulai membuka mataku dan melihat ke cermin, ternyata Anak ku telah pergi dari situ dan menghilang dengan cepat dari pandanganku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/952/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=952&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/07/25/eksebisionis-incest-part-1-aku-sadar-dijadikan-obyek-onani-oleh-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silvi: Eksib Ke 2</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/21/silvi-eksib-ke-2/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/21/silvi-eksib-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 18:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Hai, ketemu lagi sama Silvi. Kalo dah baca sebelumnya, pasti dah kenal. Silvi mau cerita lagi nih. Malam yang lalu, Silvi chat sama temen di FB yang suka eksib juga. Dia minta Silvi eksib lagi dikampus dengan costum yang sudah ditentukan. Besoknya Silvi kuliah pake kaos agak longgar dengan rok mini tanpa daleman. Silvi duduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=948&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, ketemu lagi sama Silvi. Kalo dah baca sebelumnya, pasti dah kenal.</p>
<p>Silvi mau cerita lagi nih.</p>
<p>Malam yang lalu, Silvi chat sama temen di FB yang suka eksib juga.</p>
<p>Dia minta Silvi eksib lagi dikampus dengan costum yang sudah ditentukan.</p>
<p>Besoknya Silvi kuliah pake kaos agak longgar dengan rok mini tanpa daleman.</p>
<p>Silvi duduk dikursi agak ke tengah. Hihihi ternyata dosennya merhatiin dan sering bolak balik ke kursi deretan Silvi.<span id="more-948"></span></p>
<p>Abis kuliah, Silvi ngobrol sama temen temen sebentar dan janjian mau maen nanti malam. Lalu Silvi langsung pulang. Sambil tiduran Silvi buka chat lagi. Eh ternyata nyambung lagi sama temen FB yang semalem. Ternyata dia melakukan hal yang sama.</p>
<p>Kemudian kita ngobrol tentang V yang diabisin rambutnya agar terasa lebih enak.</p>
<p>Sambil ngobrol di chat, silvi berangkat ke mini market dengan memakai costum bekas dari kampus. Sampai di mini market Silvi ketempat cukuran yang tempatnya didepan kasir. Ternyata mas yang jaga kasir merhatiin Silvi terus. Silvi baru sadar kalo Silvi nyari cukuran sambil nungging ngadep ke simas itu. Wah t*t*k Silvi terekspos, lagi engga pake BH lagi. Pantes simasnya melototin mulu sambil mesem mesem.</p>
<p>Kemudian Silvi kasih tau keadaan tersebut sama temen di chat. Dia ngerespon dan ngasih saran agar coba lebih berani dengan ngasih liat V nya dengan cara jongkok nyarinya.</p>
<p>Kemudian Silvi ikutin sarannya. Silvi jongkok sambil dibuka pahanya..</p>
<p>Ehh simasnya pura pura nyari sesuatu didepan kasirnya sambil badannya condong kedepan dan kakinya jinjit. Kemudian Silvi buka lebih lebar lagi sambil nyari cukuran. Kemudian Silvi liat kearah simas tersebut. Dia keliatan malu dan mukanya jadi agak merah. Hihihi ketauan ngintip yah mas.</p>
<p>Duh Silvi makin deg degan engga karuan dan tangan Silvi jadi dingin. Baru akli ini Silvi ngasih liat V. Silvi langsung kekasir bayar,simasnya masih mesem mesem. Silvi langsung ke mobil dan diem dulu sebentar lalu langsung pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sorenya Silvi siap siap mau kemall sama temen temen. Silvi pakai rok mini dan kaos longgar tanpa daleman lagi. Ceritanya sih mau eksib lagi, ternyata engga seru eksib di mallnya.</p>
<p>Sesudah malam, kira kira pukul 9 malam lewat, kami naik ke Lembang. Disana kita makan jagung baker sambil ngobrol sebentar lalu turun lagi buat pulang.</p>
<p>Silvi harus ngantar temen temen Silvi ke tempat kos soalnya mereka nginep disana semua.</p>
<p>Diperjalanan kami ngobrol tentang eksib dan mereka ngeledek Silvi kalo Silvi engga bakalan berani kalo bugil. Jadi sekalian aja Silvi tantang mereka juga buat sama sama bugil. Tapi mereka cuma berani bugil atasnya aja.</p>
<p>Jadi Silvi pinggirin mobil dan lepas baju semua, mereka juga lepas baju atasnya semua.</p>
<p>Sewaktu masuk tol tidak ada masalah, Silvi buka sedikit jendelanya dan ngambil karcis.</p>
<p>Tapi waktu keluar tol, sepertinya ngeliat tuh penjaga karcisnya. Silvi tetap buka jendela sedikit dan bayar tolnya. Kemudian mobil dijalankan lagi, Silvi engga tutup jendelanya malah semua jendela Silvi buka sampai mentok semua. Hihihihi temen Silvi semuanya protes berat.</p>
<p>Sesudah sampai di tempat kos, kamar temen Silvi ada dilantai 2 dengan jendela yang menghadap ke jalan.</p>
<p>Temen SIlvi semuanya pakai baju lagi lalu turun dari mobil dan masuk ke kosan.</p>
<p>Mereka nongol di jendela dan ngasih liat baju Silvi yang dibawa mereka. Silvi teleponin sama mereka supaya bajunya dikembaliin. Bukannya dikembaliin malah nyuruh ngambil sendiri ke kamar. Jadi Silvi keluar dari mobil, naik ke lantai 2 dan ngambil bajunya sambil bugil. Untung aja semua penghuni kos didalam kamar semua. Kemudian Silvi turun dan jalan kemobil masih dalam keadaan bugil. Waduh saat jalan bugil rasanya takut, deg degan engga karuan dan jengah juga. Silvi pulang kerumah dengan nyetir bugil lagi. Setelah mau sampai rumah, baru dipakai bajunya dan tidur dengan nyenyak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/948/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=948&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/21/silvi-eksib-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panas Di Dalam, Adem Di luar</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/panas-di-dalam-adem-di-luar/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/panas-di-dalam-adem-di-luar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 17:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Hai, perkenalkan namaku Liana Anugrah, aku seorang cewek berstatus mahasiswi di salah satu sekolah tinggi di Pontianak. Aku pengen nyeritain kegiatan eksib aku ke kalian semua, supaya kalian semua tau gimana serunya jadi cewek eksib. Nah, kali ini aku nyeritain kegilaan aku pas malem 1 maret 2011 ini Malam ini Pontianak panas banget. Sampe-sampe baju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=943&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, perkenalkan namaku Liana Anugrah, aku seorang cewek berstatus mahasiswi di salah satu sekolah tinggi di Pontianak. Aku pengen nyeritain kegiatan eksib aku ke kalian semua, supaya kalian semua tau gimana serunya jadi cewek eksib. Nah, kali ini aku nyeritain kegilaan aku pas malem 1 maret 2011 ini</p>
<p><span id="more-943"></span></p>
<p>Malam ini Pontianak panas banget. Sampe-sampe baju ku ama dalemanku basah kena keringet aku sendiri. Inilah akibatnya klo tinggal di Pontianak. Lalu aku memutuskan utk bugil aja di kamar kosan ku, lagian di kamar ini aku sendiri koq penghuninya. Dan aku emang lebih suka bugil klo sendirian, lebih bebas rasanya. Buah dadaku berukuran 34c, klo tinggi mungkin sekitar 160an, aku udah lama g ngukur tinggi n berat badanku, yg pasti tinggi dan berat badanku ideal. Balik lagi ke malam yg panas. Sambil bugil aku baring-baringan di kasur, sambil fesbukan lewat hapeku. Bosan juga, dan jam sudah menunjukkan pukul 23.00. timbul ide iseng bin gila aku. Gimana yak lo aku keluar kosan dalam keadaan bugil? Lagian sepi nih di luar. Hehehe….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah liat kanan kiri dari pintu kamar, semua penghuni kos kayaknya udah sibuk sendiri di kamar masing-masing. Kosan ini lumayan sepi, dari 15 kamar Cuma 5 yg terisi, 3 di lantai atas 2 di lantai bawah. Aku penghuni lantai bawah, kosan ini khusus putri. Dan kosan ini sepi karena memang tempatnya yg terpelosok dan mahal. Akhirmya aku beranikan diri untuk keluar dalam keadaan bugil sampe di luar pagar. Wuih! Segerr sekali rasanya… beda dengan di dalam kosan yg panas, di luar adem banget. Betah ni lama-lama begini. Hehehe… dan akupun berjalan-jalan di deket pagar kosan. Ga berani jauh-jauh, ntar ditangkap orang gang bias berabe. Di ujung gang aku liat beberapa laki-laki sedang ngumpul di pos ronda, ga tahu ngapain aku cuek aja. Setelah 15 menitan aku masuk lagi ke kamar aku, takut klo orang-orang di pos ronda nangkap aku, kan bias bencana nih. Setelah segar kena angin sepoi-sepoi dan adem aku berguling-guling sejenak di kamar sambil fesbukan. Eh, ada yg komen status aku tentang bugil di luar. Setelah komen-komenan dia ngajakin sms-an karena g bisa inbox-inboxan via fesbuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah saling nanya, rupanya dia kuliah di malang. Aku certain ke dia klo aku ini eksibisionis, and dia tertarik buat tahu. Lalu aku ceritain keadaan aku dan kegiatan eksib aku, dan dia juga nyeritain keadaan dia. Aku yg lagi bugil tiba-tiba jadi sange, yasudah aku masturb aja di kamar. Eh dia nantangin buat masturb di luar. Aku yg berani nerima tu tantangan dengan semangat. Lalu aku keluar kamar dan masturb dengan nikmatnya di luar kamar, tapi Cuma di depan pintu aja. Aku ga peduli dengan penghuni kos yg lain, karena ni kosan dindingnya tebal, jadi agak kedap suara. Ya tapi aku g bias teriak-teriak keenakan, klo teriak pasti keluar tu para penghuni dan induk semang. Masturb sambil sms-an sambil ngebayangin mesum ngebuat orgasmeku g lama, akhirnya aku orgasme di luar kamar. Nikmat banget malam ini. Akhirnya setelah ber-sms ria dengan teman dari malang, mataku udah mulai minta istirahat gara-gara tadi orgasme. Ga lama ber-sms-an tentang dunia perempuan dan dunia eksib, aku udah g tahan. Tidur deh aku. Eh, si doi nantangin aku, aku ditantang buat tidur dengan lipstick parker di dalam memek aku. Aku sih terima aja dengan syarat dia tidur tanpa daleman (dia g berani bugil, karena belum pernah eksib katanya). Duh, malam itu aku puas banget. Pengen ngulang lagi deh XD :p</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/943/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=943&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/panas-di-dalam-adem-di-luar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Kolam Renang</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/di-kolam-renang/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/di-kolam-renang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 16:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Nah pembaca, ini dengan aku lagi, Liana. Kali ini aku akan nyeritain pengalaman eksib aku di kolam renang umum. Begini ceritanya Siang itu cuaca panas banget, sampe-sampe aku mesti bugil di kontrakan, walaupun sendiri. Panas-panas begini sebenarnya aku pengen eksib, tapi mau pergi keluar panasnya ga nahan. Akhirnya ada temen fb yg ngasi saran untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=940&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nah pembaca, ini dengan aku lagi, Liana. Kali ini aku akan nyeritain pengalaman eksib aku di kolam renang umum. Begini ceritanya</p>
<p>Siang itu cuaca panas banget, sampe-sampe aku mesti bugil di kontrakan, walaupun sendiri. Panas-panas begini sebenarnya aku pengen eksib, tapi mau pergi keluar panasnya ga nahan. Akhirnya ada temen fb yg ngasi saran untuk eksib di kolam renang, asik katanya. Aku pikir-pikir udah lama juga aku g berenang, akhirnya aku putuskan untuk eksib di kolam renang umum.<span id="more-940"></span></p>
<p>Kali ini aku g sendirian, aku putuskan untuk ngajak temen sehidup-semati aku (ceileee =D) untuk ikutan eksib, Ira. Ira itu pasangan lesbian aku dan temen aku eksib, temen sekontrakan, temen se-pengusahaan, dan temen sehidup-semati aku. Setelah dia pulang dari jaga butik kami, sekitar jam 3 sore kamipun berangkat.</p>
<p>Nah, kostu yg aku pakai adalah…. Jreng jreng! Kaos pink tua, tanpa daleman dan bh, dan untuk bawahan aku hanya mengenankan celana boxer super pendek warna putih nerawang tanpa daleman, aku juga bawa baju renang bagian atas untuk nanti-nanti klo pengen berubah gaya. Nah si Ira untuk atasan dia pake tubetop putih dg bh merah and bawahannya Cuma pake cd putih rada nerawang gitu. Cukup ini persiapan kami, dengan membawa baju ganti hanya kaos dan beberapa ratus ribu uang untuk jaga-jaga (soalnya kami pake mobil).</p>
<p>Di perjalanan sih g ada yg heboh, karena kami di dalam mobil, paling si ira maenin memek dan susu aku. Sesampai di kolam renang jam 3.15, kami langsung ke loket untuk beli tiket masuk. Mbak yg ngejaga loket g nunjukin ekspresi yg wah, biasa-biasa aja, g seru. Nah, yg mulai seru nih pas masuk. Yg ngejaga pintu masuk laki-laki sekitar 30an umurnya. Matanya itu lo yg bikin aku geli nahan ketawa, jelalatan kemana-mana, ke aku dan Ira. “enak ya bang, dapat liat yg bening-b ening” tukasku dalam hati. Agak lama dia terdiam saat mau ngerobek tiket masuk, lalu Ira pun nepuk tangan tu “bang, udah ngeliatin bodi kita? Kita pengen cepat-cepat berenang nih” tegur Ira sambil cekikikan, sia abang jadi jadi salting lalu buru-buru ngerobek tiket masuk. Dan sudah kuduga, si abang terus meratiin kami selama kami masuk ke kolam renang, aku pandang lagi si abang dan mengedipkan mata. Eh, dia malah senyum-senyum.</p>
<p>Keadaan kolam jam-jam segini memang jamnya ramai, tapi sekarang ga terlalu ramai. Kami sengaja keliling-keliling bentar mamerin kostum kami yg belum basah ke setipa mata di sana. Lalu kami menempati kursi tenda yg berada ditengah-tengah kursi tenda lainnya (sengaja biar banyak yg nonton). Sebelum berenang kan wajib tuh pemanasan, kami pemanasan dulu. Ya lebay-lebay dikit sih pemanasannya, seperti terlalu nungging, terlalu membusungkan dada, dan terlalu membungkuk (klo ada yg ngeliat susu aku, rejeki tuh). Dan ternyata pada jadi tontonan. Sukses nih di awal, hehe…</p>
<p>Udah cukup pemanasannya, saatnya nyemplung! Gaya nyemplung ku biasa aja, langsung lonca gitu. Tapi karena aku Cuma pake kaos dan g pake bh and daleman laennya, pas di udara kaosku tersingkap dan mungkin kalo ada yg beruntung bias ngeliat susuku. Aku g ngeliat Ira nyemplu kayak gimana, soalnya pas aku masuk air dan nimbul, dia udah masuk air. Dan otomatis kaosku langsung nyeplak di badanku, jadi berasa seksi deh. Susuku nyetak sempurna, dan pentilnya nongol gitu. Orang-orang disekitar aku pada ngeliatin. Aku sih pura-pura cuek, padahal suka. Celana boxerku ngembang-ngembang di dalam air, dan kalo ada yg beruntung bias ngeliat aku dari bawah air, dia bias ngeliat memekku yg mengintip keluar karena aku ga pake cd. Lalu kami pergi ke pojokan, di pojokan g ada siapa-siapa. Dan di pojokan aku mulai gila, aku lepas celana boxer aku, jadi di bawah aku g make apa-apa. Dan aku menyelam, aku langsung narik cd si Ira, rada berontak sih dia, tapi aku yakin dia pasti suka. Kalo ada yg ngeliat, tu orang beruntung banget, haha….</p>
<p>Agak lama kami bergurau di pojokan, saling cubit, saling cium, saling remes, dan saling obok-obok memek. Sudah bosan, kami pasang kembali bawahan kami. Tapi ga sempurna, rada melorot. Dan kamipun naik ke daratan. Dan terjadilah apa yg kami inginkan. Pas naik, celana makin melorot, otomatis pantat kami keliatan. Dan itu mengundang para mata nakal terus memelototi kami. Kasian yg laki-laki, pasti ereksi di dalam kolam tuh, asal jangan onani di dalam kolam saja, hahaha….</p>
<p>Aku langsung nyantai di dipan. Dan Ira pergi membeli minuman. Waktu Ira jalan, pantatnya bikin g naha. Geol-geol kanan kiri, hanya ditutupi cd yg g sepenuhnya menutupi. Aku rebahan di dipan, memamerkan susu dan pentilku yg tercetak jelas, dan kaki sedikit terbuka biar ada celah untuk memekku mengintip. Aku melihat-lihat sekitar, banyak juga ya yg menikmati tubuhku. Pandangilah sepuasnaya, toh kalian g bias menyentuhnya :p.</p>
<p>Ira udah kembali, kamipun minum dan bersantai. Lalu kami main lagi di dalam kolam, sambil ber-eksib-ria. Dan akhirnya aku merasakan juga ngeless dan masturbasi di dalam kolam renang. Ini ngebikin aku ketagihan. G lama kemudian, ada dua orang laki-laki datang menghampiri kami. “hai cewek, berdua aja nih? Cowok-cowoknya mana?” seorang mulai nanya, kujawab “iya nih, berdua aja, kami g punya co, klo cewek punya” sambil aku cekikikan. “wah, siapai nih ceweknya? Boleh dong kita kenalan? Aku Boby dan ini temanku Wahyu”. Kamipun ngobrol-ngobrol berempat, dan sudah pasti tatapan mereka ga bisa lepas dari tubuh kami berdua. Aku puny aide nakal, aku mengeluarkan badanku dari dalam air, jadi susuku berada di permukaan air. Sudah jelas susuku nyiplak dan pentilnya tercetak jelas. Mata merek berdua makin melotot. Ira ga mau kalah, lalu dia naik dan duduk di tepian kolam. Wah, memang rejeki mereka berdua nih sore ini (catatan: bagi para cowok, mesti nyontoh mereka nih, mereka berani ngajak kenalan dan keuntungannya kalian tahu sendirikan?). kamipun lanjut bergurau dan mulai ngobrol kea rah yg mesum-mesum. Mereka boleh juga dalam ngajak berkenalan, di awal-awal mereka nunjukin klo selera humor mereka bagus, dan bias mencairkan suasana dg humor-humor mereka.</p>
<p>Udah sore, kamipun memutuskan pulang. Kami berpamitan dan mereka g bias minta nomer hape kami, karena mereka ga bawa hp ke kolam renang. Nah, aku bakal menyuguhkan pertunjukan terakhir sebelum pulang. Seperti tadi, aku sengaja memelorotkan sedikit celana boxerku, dan aku langsung naik tiba-tiba. Sukses! Celanaku melorot hingga lutut! Bukannya langsung menaikkan, aku berbalik dulu ke arah mereka, sambil berjalan mundur dan memegang celanaku, aku naikkan dengan perlahan. Dan aku berhasil mempertontonkan pantat dan memekku ke mereka. Puas! Hahaha….!!! Mereka hanya bisa melongo.</p>
<p>Aku dan Ira berjalan kea rah pembilasan and ruang ganti. Di ruang pembilasan kosong ga ada siapa-siapa, mungkin karena udah terlalu sepi. Aku putuskan untuk berbilas bugil! Akhirnya Ira pun ikut-ikutan bilas bugil, kami lalu saling bilas dan menggosok tubuh. Sungguh nikmat sensasinya. Upss!!! Kami lupa bawa handuk|! Dalam keadaan basah begini, kami menuju ruang ganti yg berada di luar (sebenarnya sih ga perlu ke ruang ganti, alas an aja buat eksib). Dengan santai tapi waspada kami berjalan keluar. Sampe di pintu luar, kami langsung lari menuju kamar-kamar ganti. Ada beberapa orang yg masih berada di kolam renang melihat kami. Pasti penasaran n pengen godain kami (geer). Sampai di dalam ruang ganti, kami memang sudah berada dipuncak nafsu. Yasudah, kami putuskan untk ML lesbi di dalam. Sampai beberapa kali kami orgasme.</p>
<p>Kamipun langsung mengenakan kaos ganti yg telah kami persiapkan. Aku pake kaos warna turquoise, Ira make kaos warna merah. Dan kami sama-sama ga pake bh, ga pake cd, dang a pake celana. Hanya kaos yg menempel di tubuh kami. Setengah pantat kami kelihatan, dan ini memang bagian dari rencana eksib. Kami berjalan dengan dipandangi mata-mata nakal hingga ketemu lagi dengan abang penjaga pintu. Lah, sia abang malah makin terbengong-bengong, ga pernah ngeliat cewek mulus lagi eksib kali ya, kasian L.</p>
<p>Kamipun masuk mobil, karena sudah jam 6 lewat, dan hari sudah mulai gelap, kami putuskan untuk pulang bugil lagi! Asik banget deh sore ini. Makasi ya buat temen fb aku yg udah ngasi ide ini</p>
<p>Tunggu kisah pengalaman aku yg lainnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/940/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=940&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/di-kolam-renang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awal Kenal Eksibisionis</title>
		<link>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/awal-kenal-eksibisionis/</link>
		<comments>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/awal-kenal-eksibisionis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 16:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanaku34</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita nana]]></category>
		<category><![CDATA[dari teman-teman semua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewekeksibisionis.wordpress.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Namaku adalah Icha 19 tahun,dan bisa dibilang anak dari orang kaya. setiap harinya orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya dan karena jarang diperhatikan orang tua aku memilih untuk mandiri. hingga suatu saat ayahku mau membelikanku sebuah rumah berukuran sedang yang fasilitasnya lumayan lengkap termasuk jg internet dan juga satu buah mobil buat transportasiku. saat aku menempati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=938&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namaku adalah Icha 19 tahun,dan bisa dibilang anak dari orang kaya.<br />
setiap harinya orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya dan karena jarang diperhatikan orang tua aku memilih untuk mandiri.<br />
hingga suatu saat ayahku mau membelikanku sebuah rumah berukuran sedang yang fasilitasnya lumayan lengkap termasuk jg internet dan juga satu buah mobil buat transportasiku.<br />
saat aku menempati rumah baruku,aku merasa bebas dan aku paling senang dengan sesuatu hal yang baru dan asik.<span id="more-938"></span></p>
<p>Hingga suatu malam di rumah baruku aku gak bisa tidur dan aku iseng2 buka video hot lewat internet dirumahku,<br />
dan salah satu judul video itu adalah exhibitionist,langsung aja aku buka video tersebut.<br />
dalam video tersebut aku lihat seorang cewek jepang dengan paras muka yg cantik bertubuh sexy dengan beraninya menyetir mobil sambil bertelanjang bulat.<br />
kemudian dia singgah di tepi jalan yg agak rame dan dia keluar dari mobil,dengan berjalan sambil telanjang dia menuju ke sebuah mini market,<br />
tampak sebagian orang memperhatikannya,semakin dia deperhatikan semakin dia nekat dengan melakukan masturbasi di depan para pembeli,sampai2 dia pipis didalam mini market tersebut.<br />
kemudian wanita itu keluar dari mini market tersebut dengan santainya,aku yang baru pertama kali melihat video begituan merasa darahku berdesir,hingga tak terasa vaginaku mulai basah dibuatnya,<br />
pikiranku melayang membayangkan seandainya aku yg ada didalam video tersebut,dan mungkin inilah sensasi yg di sebut eksibisionis.<br />
Karena aku sudah terangsang setelah menonton video tersebut segera saja aku masturbasi seperti di video itu,<br />
dan karena aku terlalu terbawa khayalan dr video itu aku terkulai lemas setelah masturbasi dan tertidur dengan keadaan telanjang bulat malam itu.</p>
<p>Saat terbangun aku memikirkan aku pengen mencoba hal baru eksibisionis seperti di video itu dan kupikir menurutku itu mengasyikkan.<br />
aku mulai saja hari ini aku melakukan apapun bertelanjang bulat,mulai dari makan,nonton tv,tidur,santai2,menyapu,mencuci,dll.semua kulakukan dengan telanjang bulat.<br />
sensasi yg aku dapatkan sungguh nikmat bisa telanjang bebas,setelah terbiasa dengan hari2ku bertelanjang aku pengen mencoba lebih gila lagi,<br />
aku pengen ketelanjanganku dilihat orang lain,aku mulai berani keluar rumah bertelanjang,karena di sekitar rumahku sepi,aku enjoy aja duduk2 diteras rumah dan aku merasakan sensasi betapa enaknya telanjang diluar ruangan.<br />
aku berpikir koq gak ada org yg lewat,aku berjalan menuju jalan dan berputar2 berharap ada yg bisa melihatku.namun tak beberapa lama ada seorang cewek sma lewat(padahal ngarepnya cowok)<br />
tp gpp,dan dia senyum2 kepadaku mungkin karena aku lg telanjang bulat,aku merasa dilihatin gitu merasa senang dan aku menegurnya,,,</p>
<p>” habis pulang sekolah ya dek ” tanyaku.<br />
” iya kak” jawabnya.<br />
” kok kakak telanjang bulat di jalanan,gak malu ya diliat org” dia bertanya.<br />
” ngapain malu dek,malahan asyik tuh,,,kan kakak eksibisionis” jawabku.<br />
” oh gitu ya kak,memang rumah kakak yg ini ya??? dia bertanya sambil menunjuk rumahku.<br />
” iya dek,mau masuk kerumahku dulu gak dek,kakak belum punya teman di komplek sini “.<br />
” boleh deh kak ,lagian aku malas juga langsung pulang kerumah” jawabnya.</p>
<p>Kemudian aku ajak masuk rumahku dan ternyata namanya Nita setelah bersalaman memperkenalkan diriku.<br />
dengan masih telanjang aku ngobrol2 sama nia,dan aku bilang aku suka banget telanjang dan diperhatikan ketelanjanganku.<br />
” Nia mau nyoba eksibisonis jg gak ??? tanyaku.<br />
” hahh,,memang eksibisionis itu apa kak..?? dia balik bertanya.<br />
” eksibisionis itu memperlihatkan tubuh telanjang kita atau alat kelamin kita pd orang lain dek …” jawabku.<br />
” oh gitu ya kak,memang enak ya kak…??? katanya.<br />
” mmmm enak banget,nia mau nyoba gak,,,?<br />
” ga ah kak,,,,malu pamerin tubuh ke orang kak..<br />
” ngapain malu,justru sensasinya disaat kita merasa deg2an karena malu,senang,campur aduk jadi satu ‘dek.<br />
” oh gitu ya kak…pantas kakak ku joni sering ngocokin burungnya didepanku tanpa malu kak,,<br />
” hahh,qm pnya kakak cwo yg suka pamerin penisnya ke kamu ya dek…? terus nia seneng gak ngeliatnya ..? aku bertanya.<br />
” awalnya sih risih dan malu juga kak,tapi lama2 asik juga kak… kakak mau aku kenalin gak?? kan kakak sehobi sama kakak ku..<br />
” boleh deh,,,suruh kesini aja sekarang dek,kakak pengen masturbasi di depan dia dek….<br />
‘ iya deh kak…</p>
<p>kemudian dia sms kakaknya agar segera kerumahku,sambil menunggu kakaknya aku mandi dulu biar agak segar….<br />
pas aku didalam kamar mandi kudengar ada suara motor,dan stelah selesai mandi aku menghampiri mereka di ruang tamu dengan masih telanjang.<br />
padahal pintu depan masih belum ditutup.<br />
tampak kaget kakaknya melihat aku yg telanjang bulat,namun biar agak rileks aku memperkenalkan diri dan aku suruh nia untuk menceritakan semuanya.<br />
setelah joni paham apa yg diceritakan nia,joni tersenyum penuh kegirangan,dan akupun senang bukan kepalang merasakan sensasi telanjang di depan mereka.<br />
karena aku merasa sudah sangat horni langsung aja aku masturbasi didepan mereka berdua,aku duduk mengangkang di depan mereka yg duduk di sofa…<br />
rasanya gak adil kalau cuma aku yg masturbasi sendiri,aku pinta joni untuk onani didepanku..saat dia melepaskan semua pakainnya aku kaget melihat penis joni yg gede,,<br />
itu membuatku makin bergairah,hingga beberapa menit aku orgasme mengeluarkan cairan yg sangat banyak ke lantai.<br />
joni pun tak kalah horni nya,,,matanya terpejam menengadah ke atas,,ohhh<br />
kulihat nia juga sdh gelisah tidak karuan,dan tanpa disuruh nia ternyata meremas2 susu nya dan berlanjut ke selangkangannya…<br />
tanpa basa basi lg aku telanjangi saja nia biar adil..perlahan namun pasti semua pakaian nia sdh terlucuti…<br />
nia juga mulai memainkan mekinya dan mengelus2 klitorisnya,,tanpa sadar nia jg mendesah karena nikmat…<br />
tak beberapa lama joni memuncratkan spermanya ke arahku,,<br />
spontan langsung aja aku mengarahkan mulutku kepenisnya untuk membersihkan sperma joni….<br />
melihat itu nia jadi makin horni dan orgasme di sofa ku…cairan nia paling banyak muncratnya hingga membasahi sofa…</p>
<p>Setelah semua udah orgasme,aku ajak mereka mandi bareng sambil saling menyabuni satu sama lain..selesai mandi kami membersihkan ruang tamu yg penuh sperma dengan masih bertelanjang,<br />
tiba2 aku terpikir untuk mengajak mereka keluar jalan2 pakai mobilku dengan bertelanjang,mereka akhirnya mau juga,,<br />
tp wktu nia mau masuk mobil dia malu2 takut dilihat org,kubilang gak usah malu,sekalian aja digodain kalau ada yg liat…kemudian<br />
kami melunjur menuju jalanan,asik jg ternyata nyetir sambil telanjang,kami mencari jalan yg agak sepi karna aku mau pipis,,,<br />
aku parkirkan mobilku di sudut jalan dekat sekolahan sma dan aku pipis disamping mobilku,,,pas lagi enak2nya pipis ada anak2 sma lewat,2 cowok dan 3 cewek…<br />
tampak mereka cekikikan melihat aku pipis dipinggir jalan telanjang bulat,,aku cuek aja,,dan setelah selesai pipis aku berdiri dan mereka bisa liat bulu mekiku..<br />
ada yg malu2 dan ada jg yg tampak bengong,,,aku bilang aja sama mereka blm pernah liat cewek telanjang ya,,,dan masuk mobil untuk pergi meninggalkan mereka,,<br />
joni dan nia hanya ketawa melihatku ngerjain orang,,dan mereka bilang aku berani banget,,,<br />
pas di jalan yg sepi aku buka kaca mobilku semua.sampai di jalan yg rame baru aku tutup lagi kacanya..<br />
kemudian kami kembali pulang kerumahku karena sdh agak sore,sesampainya dirumah mereka mau pamit pulang,<br />
tp sebelumnya aku minta nomor hape nia dan joni agar nanti bisa eksibisonis bareng lagi,dan aku bilang ke mereka aku punya rencana eksibisionis yg lebih gila lagi…<br />
mereka menyanggupi dengan senangnya..aku pun tersenyum puas dengan sensasi yg kudapatkan bersama mereka..<br />
dan mereka rupanya jg suka eksibisionis…to be continue….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cewekeksibisionis.wordpress.com/938/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cewekeksibisionis.wordpress.com&amp;blog=6369132&amp;post=938&amp;subd=cewekeksibisionis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-rating-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewekeksibisionis.wordpress.com/2011/06/17/awal-kenal-eksibisionis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4cf85a58f9953ece0553885115d31de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanaku34</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
